Donald Trump Pimpin Amerika Serikat
Trump akan Kirim Departemen Perang ke Chicago, Ancam Imigran Ilegal
Presiden AS Donald Trump akan mengirim Departemen Perang ke Chicago dan mengancam imigran ilegal. Trump sebut akan 'basmi kejahatan' di sana.
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali memicu kontroversi setelah mengancam akan mengerahkan militer ke Chicago untuk memberantas kejahatan.
Ancaman ini ia sampaikan di tengah meningkatnya aksi protes dari warga setempat yang menolak kehadiran Garda Nasional dan aparat penegakan imigrasi di kota tersebut.
“Chicago akan segera tahu mengapa disebut Departemen Perang,” tulis Trump melalui akun @realDonaldTrump di platform Truth Social pada Sabtu (6/9/2025).
Dalam unggahan itu, Trump menampilkan dirinya sebagai seorang perwira militer AS dari film Apocalypse Now.
Ia menulis, “Saya suka aroma deportasi di pagi hari,” di atas gambar AI yang memperlihatkan Trump berseragam militer dengan latar api dan cakrawala kota Chicago.
Trump menegaskan bahwa dirinya akan segera menyelesaikan “masalah kriminal” di Chicago, yang ia sebut sebagai “kota paling berbahaya di dunia.”
Ia juga mengisyaratkan pengerahan Garda Nasional ke kota besar di Midwest itu, mengikuti langkah serupa yang sebelumnya ia lakukan di Washington, D.C., dan Los Angeles.
Kebijakan ini, menurutnya, merupakan bagian dari pendekatan keras terhadap kejahatan dan imigrasi ilegal.
Unggahan Trump langsung memicu gelombang protes di pusat kota Chicago pada hari yang sama.
Ribuan demonstran, termasuk banyak imigran, turun ke jalan.
Massa yang sebagian besar berasal dari komunitas Latino berbaris melewati Trump Tower sambil membawa bendera kota Chicago dan spanduk solidaritas.
Baca juga: Washington Bergejolak! Ribuan Warga AS Ngamuk di Jalanan, Tuntut Trump Tarik Garda Nasional
Aksi itu tidak hanya menolak rencana pengerahan Garda Nasional dan agen imigrasi, tetapi juga memprotes apa yang mereka anggap sebagai langkah militerisasi dan sikap otoritarian pemerintah federal, seperti diberitakan Reuters.
Departemen Pertahanan Jadi “Departemen Perang”
Sehari sebelum ancaman itu, Trump menandatangani perintah eksekutif yang mengizinkan penggunaan nama baru bagi Departemen Pertahanan, yaitu Departemen Perang.
Saat berbicara kepada wartawan di Ruang Oval bersama Menteri Pertahanan Pete Hegseth, Trump beralasan bahwa nama tersebut “lebih sesuai dengan kondisi dunia saat ini” dan “mengirimkan pesan kemenangan.”
“Saya pikir ini nama yang jauh lebih tepat, terutama mengingat bagaimana dunia sekarang," kata Trump pada hari Jumat (5/9/2025), seperti diberitakan Fox News.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/POSTINGAN-TRUuMP-33.jpg)