Mundur, Shigeru Ishiba Hanya Jabat Perdana Menteri Jepang 11 Bulan
Shigeru Ishiba baru menjabat sebagai perdana menteri Jepang 11 bulan lalu setelah dilantik pada 1 Oktober 2024.
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba mengumumkan keinginannya mengundurkan diri dari jabatan perdana menteri di tengah meningkatnya seruan dari dalam Partai Demokrat Liberal agar ia bertanggung jawab atas dua hasil buruk dalam pemilu.
Shigeru Ishiba baru menjabat sebagai perdana menteri Jepang 11 bulan lalu setelah dilantik pada 1 Oktober 2024.
Keinginan tersebut dia sampaikan dalam konferensi pers hari Minggu malam, 7 September 2025. Dalam pernyataan resminya, Shigeru Ishiba mengatakan memutuskan untuk mundur karena negosiasi tarif dengan Amerika Serikat, mencapai tonggak sejarah pada hari Jumat.
Dia menyebut negosiasi tarif impor dengan Trump ini sebagai "krisis nasional,"
"Saya selalu mengatakan saya akan memutuskan apa yang harus dilakukan pada waktu yang tepat. Dengan negosiasi tarif AS yang mencapai fase tertentu, saya yakin sekarang adalah waktu yang tepat," kata Ishiba.
"Saya memutuskan untuk memberi jalan kepada generasi berikutnya," ujarnya,
Pengunduran diri Ishiba terjadi sehari sebelum partai memutuskan apakah akan mengadakan pemilihan presiden lebih awal, menyusul kekalahan telak dalam pemilihan Majelis Tinggi baru-baru ini yang menyebabkan koalisi LDP-Komeito kehilangan mayoritas.
Hingga hari Minggu, Ishiba telah memutuskan untuk tetap menjabat dan mengatasi tantangan yang dihadapi pemerintahannya di berbagai bidang, terutama ekonomi.
Bahkan pada hari Jumat, ia telah berjanji untuk memimpin pemerintah dalam menerapkan paket stimulus ekonomi dalam beberapa bulan mendatang.
Namun, seruan agar ia mundur secara bertahap meningkat di internal partai dan beberapa veteran partai secara terbuka mendesak Ishiba untuk mundur sebelum pemungutan suara partai guna mencegah keretakan di LDP semakin dalam.
Sebelumnya, pada Sabtu malam, Ishiba bertemu dengan Menteri Pertanian Shinjiro Koizumi dan Wakil Presiden LDP Yoshihide Suga, mantan perdana menteri. Keduanya dilaporkan mendesaknya Ishiba mundur menjelang pemungutan suara hari Senin.
Pada konferensi pers hari Minggu, Ishiba tidak mengungkapkan isi percakapan tersebut. Dia hanya mengatakan bahwa Suga telah lama menekankan pentingnya persatuan partai — terutama di saat tingkat dukungan LDP telah merosot ke titik terendah yang jarang terlihat.
Baca juga: Shinjiro Koizumi Dijagokan Jadi PM Jepang Menggantikan Shigeru Ishiba
Para anggota parlemen yang mendorong pemilihan presiden lebih awal telah berencana untuk mengunjungi kantor pusat LDP pada hari Senin untuk menyerahkan surat yang menyatakan keinginan mereka.
Aturan menyatakan bahwa jika mayoritas anggota parlemen partai dan cabang prefektur partai mendukung pemilihan presiden lebih awal, partai harus menyelenggarakannya.
JIka mengacu pada jajak pendapat Yomiuri Shimbun yang diterbitkan hari Minggu, 21 cabang prefektur mendukung pemungutan suara awal, sementara sembilan menentang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Shigeru-Ishiba-mundur-OK.jpg)