Jumat, 10 April 2026

Gempa di Rusia

Gempa M 7,8 Guncang Rusia, Peringatan Tsunami Dikeluarkan

Sebuah gempa bumi dahsyat berkekuatan 7.8 Skala Ritcher mengguncang lepas pantai Semenanjung Kamchatka, Rusia pada Jumat (19/9/2025).

HO/AI Chat GPT
ILUSTRASI GEMPA - Gambar ini diolah dengan menggunakan aplikasi AI pada Kamis (21/8/2025). Sebuah gempa bumi dahsyat berkekuatan 7.8 Skala Ritcher mengguncang lepas pantai Semenanjung Kamchatka, Rusia pada Jumat (19/9/2025). 

TRIBUNNEWS.COM - Sebuah gempa bumi dahsyat berkekuatan 7.8 Skala Ritcher mengguncang lepas pantai Semenanjung Kamchatka, Rusia timur jauh, pada Jumat (19/9/2025), dini hari, waktu setempat.

Guncangan kuat ini memicu kepanikan warga, kerusakan ringan, serta peringatan tsunami yang dikeluarkan untuk wilayah pesisir dan beberapa negara di sekitarnya.

Menurut laporan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa terjadi sekitar 128 kilometer timur Petropavlosk-Kamchatsku, ibu kota wilayah Kamchatka, dengan kedalaman dangkal 10 kilometer.

Getaran terasa hebat di berbagai wilayah, memicu kekehawatiran akan terjadi tsunami besar.

Semenanjung Kamchatka memang dikenal sebagai salah satu wilayah paling aktif secara geologis di duni.

Letaknya berada di sabuk tektonik Cincin Api Pasifik, zona dengan aktivitas gempa dan vulkanik yang sangat tinggi.

Wilayah ini sudah lama menjadi fokus pemanauan bagi para ahli seisomologi.

Ini bukan pertama kalinya gempa melanda Kamchatka.

Pada bulan Juli lalu, wilayah ini sempat diguncang gempa berkekuatan 8,8 SR yang juga memicu tsunami dan mengharuskan evakuasi skala besar hingga ke Jepang dan Hawai.

Warga Panik, Bangunan Berguncang

Media sosial Rusia dipenuhi video dan laporan dari warga yang merasakan kuatnya guncangan.

Baca juga: Rusia Menguji NATO dengan Drone dan Disinformasi, Apakah Barat Masuk Perangkap?

Perabotan dan lampu rumah bergoyang keras, sementara mobil-mobil yang diparkir bergoyang di jalanan, dikutip dari ABC News.

Kamera CCTV di kota Severo-Kuilsk memperlihatkan lampu jalan bergetar hebat, menandakan besarnya kekuatan gempa.

Di Bandara Internasional Petropavlosk-Kamchatsky, video yang beredar menunjukkan suasana panik saat layar informasi dan konter check-in berguncang.

Baca juga: Rusia Turun Tangan, Bantu Warga Palestina Keluar dari Kota Gaza Saat Serangan Israel Menggila

Ini membuat para pelancong segera mencari tempat aman.

Laporan dari akun Telegram resmi wilayah Kamchatka menyebutkan bahwa banyak warga berhamburan keluar rumah demi menyelamatkan diri, dikutip dari abc.net.au.

Peringatan Tsunami Dikeluarkan

Gempa ini memicu serangkaian peringatan dari lembaga internasional. 

Pusat Peringatan Tsunami Pasifik AS (PTWC) mengeluarkan peringatan tsunami bagi pesisir timur Kamchatka serta sejumlah wilayah lain yang berada dalam radius 1.000 km dari episentrum, termasuk Alaska dan Hawaii.

NOAA (Badan Cuaca Nasional AS) menyebutkan kemungkinan terjadinya gelombang tsunami setinggi hingga 3 meter di atas permukaan laut pasang standar di beberapa garis pantai Rusia

Sementara itu, pihak berwenang di Hawaii menyatakan bahwa tidak ada ancaman tsunami destruktif di seluruh Pasifik, namun tetap mengawasi potensi perubahan permukaan laut.

Gubernur Kamchatka, Vladimir Solodov, mengonfirmasi bahwa hingga saat ini belum ada laporan kerusakan besar akibat gempa. Ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti arahan resmi.

"Pagi ini sekali lagi menguji ketahanan warga Kamchatka," kata Solodov.

"Saya meminta semua orang untuk tetap tenang. Peringatan tsunami telah dikeluarkan untuk pesisir timur semenanjung. Masyarakat diimbau untuk waspada."

Serangkaian Gempa Susulan dan Potensi Lanjutnya

Setidaknya 5 gempa susulan telah tercatat oleh USGS, dengan kekuatan antara 5,1 hingga 5,8 SR hanya dalam waktu 40 menit setelah gempa utama.

Pihak geofisika Rusia juga mencatat magniturdo gempa sedikit lebih kecil, yakni 7,4 SR dan memperkirakan gempa susulan bisa terus terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Menurut Kepala Ilmuwan di Pusat Penelitian Seismologi, Adam Pascale, gempa ini kemungkinan merupakan bagian dari rangkaian aktivis seismik yang dimulai sejak gempa besar pada Junli lalu, yang berkekuatan 8,8 SR.

Pascale menjelaskan bahwa gempa susulan bisa terjadi dalam waktu panjang, berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.

Ia juga menjelaskan bahwa biasanya akan ada periode aktivitas tinggi selama beberapa minggu, kemudian perlahan mereda.

(Tribunnews.com/Farra)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved