Top Rank
10 Negara yang Paling Menderita akibat Krisis Kelaparan, Kongo Teratas
Berikut 10 negara yang paling menderita akibat krisis kelaparan, Kongo teratas, Yaman dan Suriah memburuk lebih dari satu dekade terakhir.
Saat ini, pengungsi Suriah merupakan populasi pengungsi terbesar di dunia.
Kemerosotan ekonomi yang parah, penurunan nilai pound Suriah, dan dampak COVID-19 yang berkepanjangan memaksa keluarga-keluarga yang masih berada di dalam negeri untuk memilih antara membeli makanan, bahan bakar, atau obat-obatan.
5. Sahel
Jumlah orang yang menghadapi kelaparan parah: 13 juta (diproyeksikan)
Pendorong utama kelaparan: Konflik bersenjata dan iklim ekstrem
Wilayah Sahel terletak tepat di bawah Gurun Sahara dan telah menjadi salah satu darurat kelaparan terburuk di dunia.
Sekitar 13 juta orang diproyeksikan mengalami tingkat kelaparan yang kritis di lima negara Sahel: Burkina Faso, Chad, Mali, Mauritania, dan Niger.
Kelaparan semakin memburuk dan semakin kompleks seiring meluasnya konflik, meningkatnya harga pangan dan tingkat kemiskinan, serta semakin seringnya dan ekstremnya guncangan iklim.
6. Sudan Selatan
Jumlah orang yang menghadapi kelaparan parah: 7,1 juta
Pendorong utama kelaparan: Perang saudara dan banjir bersejarah
Rakyat Sudan Selatan menghadapi tingkat kelaparan yang memecahkan rekor: Hampir 65 persen penduduk mengalami krisis kelaparan.
Hal ini disebabkan oleh meningkatnya kekerasan subnasional, banjir selama empat tahun berturut-turut, dan tingginya harga pangan.
7. Sudan
Jumlah orang yang menghadapi kelaparan ekstrem: 26,6 juta
Pendorong kelaparan: Konflik, banjir dan inflasi
Kelaparan terus meningkat tanpa henti di Sudan akibat ketidakstabilan politik, konflik, pengungsian, guncangan iklim, dan kenaikan biaya.
Setidaknya sepertiga penduduk menghadapi kelaparan ekstrem.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Ilustrasi-kelaparan-1-25082025.jpg)