Jumat, 24 April 2026

Teror di Singapura, Sejumlah Masjid Dikirimi Paket Misterius, Diduga Berisi Daging Babi

Sebuah paket mencurigakan dikirim ke Masjid Al-Istiqamah di Serangoon Utara, Singapura, pada 24 September  2025 lalu.

|
Penulis: Hasanudin Aco
Edwin Petrus /Unsplash
FOTO ILUSTRASI - Taman Merlion, ikon Singapura. Negara tetangga Indonesia ini mendapatkan teror dimana sejumlah masjid dikirimi paket misterius diduga berisi daging babi. 

 

TRIBUNNEWS.COM, SINGAPURA - Sebuah paket mencurigakan dikirim ke Masjid Al-Istiqamah di Serangoon Utara, Singapura, pada 24 September  2025 lalu.

"Paket misterius itu berisi daging,"  kata Menteri Dalam Negeri Singapura K. Shanmugam dikutip dari StraitsTimes.

Dan itu bukan satu-satunya masjid yang terkena dampak.

Menurut dia menargetkan tempat ibadah sama sekali tidak dapat diterima dan Singapura tidak memiliki toleransi terhadap tindakan seperti itu.

Berbicara kepada media kemarin, Shanmugam mengatakan pihak berwenang masih mengonfirmasi jenis daging yang dikirim tetapi isi paket itu tampak seperti daging babi.

Terlepas dari isi paket tersebut, dia mengatakan tindakan tersebut bersifat menghasut dan penyelidikan masih berlangsung.

"Apa pun motifnya, ini seperti bermain api. Kami menangani masalah ini dengan sangat serius. Kami akan menindak tegas siapa pun yang terbukti bertanggung jawab."

Shanmugam, yang juga Menteri Koordinator Keamanan Nasional Singapura ini, mengatakan insiden serupa telah terjadi baru-baru ini di masjid lain di seluruh Singapura.

“Saya ingin berhati-hati dalam berspekulasi. Kita tidak tahu siapa pelakunya. Kita tidak tahu apa motifnya.

“Namun sejauh ini, rangkaian insiden ini tampaknya hanya menyasar masjid.”

Ia mengatakan polisi telah meningkatkan pengamanan masjid dan akan terus melakukannya.

Kasus Pendeta Katolik

Dia juga mengungkit insiden seorang pendeta Katolik yang diserang di Gereja St. Joseph di Bukit Timah pada November 2024 dan memperingatkan agar tidak mengubah tempat ibadah menjadi 'benteng'.

“Itu tempat terbuka. Terbuka untuk umum. Polisi akan bertindak berdasarkan intelijen dan tempat ibadah juga memiliki pengaturan keamanannya sendiri. Polisi telah memberi tahu mereka tentang pengaturan seperti apa yang harus mereka lakukan.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved