Minggu, 10 Mei 2026

Konflik Palestina Vs Israel

Hamas: Kontak dengan Dua Sandera Israel Terputus Akibat Serangan Brutal di Kota Gaza

Brigade Qassam pada hari Minggu (28/9/2025), mengeluarkan 'peringatan' serius mengenai keselamatan dua sandera Israel di kota Gaza.

Tayang:
YouTube Channel 4 News
ISRAEL SERANG GAZA - Tangkapan layar menunjukkan detik-detik Israel melakukan serangan udara ke Kota Gaza pada Senin (15/9/2025). Brigade Qassam pada hari Minggu (28/9/2025), mengeluarkan 'peringatan' serius mengenai keselamatan dua sandera Israel di kota Gaza. 

Di pihak Israel, keluarga para sandera dan pendukung mereka terus menyuarakan protes dan menyerukan kesepakatan komprehensif untuk mengakhiri perang dan memulangkan semua tawanan, menyalahkan pemerintah atas penahanan berkepanjangan. 

Namun, permohonan mereka diabaikan oleh pemerintah sayap kanan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Menteri-menteri sayap kanan Israel pada hari Minggu secara terbuka menentang rencana yang disajikan oleh Trump dan kesepakatan apa pun yang akan mengakhiri perang sebelum melenyapkan Hamas.

"Tuan Perdana Menteri, Anda tidak memiliki mandat untuk mengakhiri perang tanpa kekalahan telak Hamas," kata Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir.

"Saya tidak akan pernah menyetujui negara Palestina – meskipun sulit, meskipun ada harga yang harus dibayar, dan meskipun membutuhkan waktu," jelas Menteri Keuangan Bezalel Smotrich.

Dampak Kemanusiaan yang Mengerikan

Konflik yang intensif terus menimbulkan korban jiwa yang masif di Gaza

Menurut Kementerian Kesehatan di Gaza, lebih dari 66.000 warga Palestina telah tewas di Jalur Gaza sejak dimulainya perang pada Oktober 2023.

Laporan terbaru mencakup kematian puluhan warga sipil lainnya dalam serangan udara dan penembakan pada hari Minggu, termasuk seorang anak dalam pemboman di lingkungan Sabra. 

Situasi kesehatan semakin memburuk, Rumah Sakit Nasser di Khan Younis melaporkan seorang bayi meninggal dunia akibat malnutrisi dan perawatan medis yang tidak memadai.

Situasi medis menjadi semakin kritis dengan tank-tank Israel yang semakin mendekati Rumah Sakit al-Shifa di Kota Gaza

Direktur rumah sakit, Muhammad Abu Salmiya, menyatakan komitmen timnya untuk tetap mengoperasikan fasilitas tersebut selama mungkin karena pasien dan orang-orang terlantar berlindung di sana, meskipun sebagian besar kompleks tersebut kini hanya berupa reruntuhan.

(Tribunnews.com/Farra)

Artikel Lain Terkait Hamas dan Konflik Palestina vs Israel

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved