Konflik Rusia Vs Ukraina
Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1.315: Putin Klaim Rusia Menang dalam Pertempuran Adil
Presiden Rusia Vladimir Putin mengklaim pasukannya menang dalam “pertempuran yang adil” di Ukraina.
TRIBUNNEWS.COM - Perang Rusia dan Ukraina telah berlangsung selama 1.315 hari hingga Selasa (30/9/2025).
Konflik Rusia-Ukraina tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan berakar pada ketegangan panjang sejak bubarnya Uni Soviet pada 1991.
Sejak Ukraina meraih kemerdekaan, relasinya dengan Moskow kerap diwarnai perebutan pengaruh dan saling curiga.
Situasi semakin memanas pada 2014 ketika Revolusi Euromaidan menjatuhkan pemerintahan pro-Rusia di Kyiv.
Tak lama kemudian, Rusia menganeksasi Krimea dan memberi dukungan kepada kelompok separatis di Donbas.
Puncaknya terjadi pada Februari 2022, saat Moskow melancarkan invasi besar-besaran yang mengubah konflik regional menjadi perang terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II.
Terbaru, Presiden Rusia Vladimir Putin mengeklaim, pasukan Rusia menang dalam “pertempuran yang adil” di Ukraina.
Ia menegaskan, rakyat Rusia bersatu dalam membela tanah air dan yakin kemenangan dapat dicapai.
Putin juga menandatangani undang-undang yang menarik Rusia dari konvensi anti-penyiksaan Eropa.
Langkah ini dilakukan setelah Rusia dikeluarkan dari Dewan Eropa pada Maret 2022.
Konvensi tersebut awalnya dibuat untuk melindungi hak tahanan dan memberi akses pemantau ke penjara.
Baca juga: Ukraina: Rusia Pakai Taktik Baru di Garis Depan, Pasukan Kecil Menyusup Jauh ke Dalam Pertahanan
Perang ini bukan sekadar perebutan wilayah, tetapi juga pertarungan narasi, legitimasi, dan masa depan tatanan dunia.
Dunia menyaksikan bahwa akar konflik masih dalam dan jalan menuju perdamaian belum terlihat jelas.
Berikut adalah rincian lengkap peristiwa yang terjadi dalam perang Rusia-Ukraina hari ke-1.315:
Merz: Eropa Tak Lagi Damai dengan Rusia
Kanselir Jerman Friedrich Merz mengatakan pada Senin bahwa Eropa tidak lagi berada dalam kondisi damai dengan Rusia.
“Kita tidak berperang, tetapi kita juga tidak lagi berdamai,” kata Merz dalam sebuah acara media di Duesseldorf, dikutip dari The Guardian.
Ia menegaskan, perang Rusia adalah serangan terhadap demokrasi dan kebebasan Eropa.
Merz menuduh Moskow berusaha merusak persatuan Uni Eropa.
Ia juga menyatakan dukungan terhadap rencana Uni Eropa membuka aset Rusia yang dibekukan untuk mendanai perang Ukraina.
Menurutnya, langkah itu dapat memberi dukungan militer bagi Kyiv selama tiga hingga lima tahun.
Jerman Siap Lindungi Baltik dari Ancaman Rusia
Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius mengatakan, Jerman siap melindungi kawasan Baltik dari ancaman Rusia.
Pernyataan itu, ia sampaikan saat meresmikan Area Dukungan Logistik Permanen di Rukla, Lituania.
Pistorius menegaskan, Jerman akan menanggapi ancaman Rusia secara terpadu dan bertanggung jawab.
Ia menambahkan sekitar 2.000 tentara Jerman akan bertugas di Lituania pada pertengahan 2026.
Orbán: Ukraina Bukan Negara Berdaulat
Perdana Menteri Hongaria Viktor Orbán menyebut, Ukraina bukanlah negara berdaulat.
Komentar itu disampaikan pada Senin dalam sebuah podcast sayap kanan.
Orbán menanggapi tuduhan bahwa pesawat nirawak pengintai Hongaria melanggar wilayah udara Ukraina.
“Ukraina tidak berperang dengan Hongaria; ia berperang dengan Rusia,” kata Orbán.
Baca juga: Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1.314: AS Pertimbangkan Beri Ukraina Rudal Tomahawk
Ia juga menilai, Ukraina bergantung pada dana dan senjata dari Barat.
Sebelumnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut drone pengintai yang melanggar wilayah udara negaranya mungkin berasal dari Hongaria.
Zelensky Usulkan Perisai Pertahanan Udara Bersama
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengusulkan pembangunan perisai pertahanan udara bersama dengan sekutu.
Usulan itu, ia sampaikan pada Senin usai serangan udara Rusia yang memicu kekhawatiran di sisi timur NATO.
Dalam pidatonya di Forum Keamanan Warsawa, Zelensky mengatakan perisai itu penting untuk melawan ancaman Rusia.
Ia menegaskan, Ukraina mampu menangkal semua jenis drone dan rudal Rusia.
Menurutnya, kolaborasi kawasan akan membuat sistem pertahanan lebih kuat.
Negara Eropa Bantu Denmark Perkuat Anti-Drone
Inggris, Prancis, Jerman, dan Swedia akan membantu Denmark meningkatkan keamanan anti-drone.
Bantuan ini diberikan menjelang dua pertemuan puncak Eropa di Kopenhagen pekan ini.
Perdana Menteri Polandia Donald Tusk mengatakan skala serangan drone terbaru menjadi ancaman serius.
Menurutnya, seluruh komunitas Barat dan transatlantik harus menyadari bahwa “ini adalah perang.”
Putin: Rusia Menang dalam Pertempuran Adil
Presiden Rusia Vladimir Putin mengeklaim pasukannya menang dalam “pertempuran yang adil” di Ukraina.
“Kami menyerang, dan seluruh Rusia melancarkan pertempuran ini,” kata Putin dalam video di situs Kremlin.
Baca juga: Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-1.313: Ukraina Godok Kesepakatan Senjata dengan AS
Ia menyebut rakyat Rusia bersatu dalam membela tanah air.
“Bersama kita berjuang dan kita menang,” ujarnya.
Rusia Panggil 135 Ribu Wajib Militer Baru
Putin pada Senin juga memanggil 135.000 pria untuk wajib militer musim gugur.
Ini adalah program wajib militer terbesar sejak 2016.
Rusia memanggil pria berusia 18–30 tahun untuk bertugas satu tahun di pangkalan militer dalam negeri.
Secara resmi, mereka tidak dikirim ke Ukraina.
Ada laporan sebagian wajib militer dikerahkan ke garis depan.
Kementerian Pertahanan menegaskan program ini berbeda dengan mobilisasi perang.
Rusia Tarik Diri dari Konvensi Anti-Penyiksaan Eropa
Putin pada Senin menandatangani undang-undang menarik Rusia dari konvensi anti-penyiksaan Eropa.
Rusia sebelumnya dikeluarkan dari Dewan Eropa pada Maret 2022.
Namun, secara teknis Moskow masih terikat pada perjanjian tersebut hingga kini.
Konvensi ini bertujuan melindungi hak orang yang dipenjara dan memberi akses pemantau ke penjara serta pusat penahanan.
Baca juga: Menlu Rusia: NATO dan Uni Eropa Sudah Lancarkan Perang ke Moskow, Ukraina Jadi Proksi
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Presiden-Rusia-Vladimir-Putin-4R3R3223.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.