Konflik Rusia Vs Ukraina
Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1.320, China Dituduh Beri Info Target ke Rusia
Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1.320, intelijen Ukraina menuduh China memberikan informasi ke Rusia untuk menargetkan objek-objek strategis di Ukraina.
Gubernur wilayah Sumy, Oleh Hryhorov, mengatakan bahwa delapan orang telah dibawa ke rumah sakit.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, menyebut serangan tersebut "brutal" dalam unggahan di Telegram.
Ia juga membagikan video yang memperlihatkan gerbong penumpang yang hancur dan terbakar, serta gerbong-gerbong lain dengan jendela pecah.
"Rusia pasti tidak menyadari bahwa mereka menargetkan warga sipil. Ini adalah terorisme, yang tidak berhak diabaikan dunia," tulis Zelenskyy di Telegram pada hari Sabtu.
Sementara itu, Kepala perkeretaapian Ukraina, Oleksandr Pertsovsky, menjelaskan bahwa Rusia sedang meningkatkan serangan udara terhadap jaringan kereta api untuk mengisolasi masyarakat di garis depan menjelang musim dingin.
"Kami melihat dengan jelas peningkatan serangan musuh terhadap infrastruktur kereta api," katanya kepada para wartawan, lapor The Guardian.
"Tidak ada tujuan militer sama sekali. Tujuannya hanyalah untuk menimbulkan kepanikan di antara masyarakat... Bahwa koneksi akan hancur dan masyarakat akan dibiarkan sendiri," tambah Pertsovsky.
Zelensky Tandatangani 3 Dekrit Sanksi
Presiden Volodymyr Zelenskyy mengumumkan bahwa pada Sabtu, 4 Oktober 2025, ia telah menandatangani tiga dekrit sanksi baru terhadap Rusia. Sanksi ini ditujukan untuk produsen senjata, serta individu dan perusahaan yang terkait dengan sektor minyak Rusia.
Dalam pidatonya, Zelenskyy menjelaskan bahwa dekrit pertama memperpanjang sanksi terhadap para pengusaha Rusia dan jaringan bisnis mereka yang terkait dengan sistem Putin.
Dekrit kedua menargetkan industri militer Rusia, termasuk produsen drone dan komponennya.
Sementara dekrit ketiga menjatuhkan sanksi terhadap orang dan perusahaan yang terlibat dalam sektor minyak Rusia.
Zelenskyy menegaskan bahwa Ukraina bersama mitra internasionalnya akan terus menekan Rusia secara komprehensif.
"Kami mengharapkan sinkronisasi sanksi kami dengan mitra kami. Kami juga mengharapkan sanksi baru dari Uni Eropa - paket ke-19 - dan langkah-langkah terkait dari Amerika Serikat," tambahnya, lapor Suspilne.
Presiden Ukraina itu juga menekankan bahwa Rusia menolak semua upaya untuk mengakhiri perang dan tetap menggunakan metode teroris.
"Putin ingin berjuang, dan berjuang persis seperti itu - dengan metode teroris, metode keji. Rusia harus merasakan jawabannya," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/TENTARA-UKRAINA-qewqeee2we2w.jpg)