Kamis, 21 Mei 2026

Donald Trump Pimpin Amerika Serikat

Peraih Nobel Perdamaian Diumumkan Besok, jika Bukan Donald Trump, Siapa?

Teka-teki peraih Nobel Perdamaian akan terjawab besok, Donald Trump sangat mengharapkannya. Tetapi jika bukan Trump yang memenangkannya, siapa?

Tayang:
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Suci BangunDS
Gedung Putih
AMBISI DONALD TRUMP - Foto yang dirilis Gedung Putih, menampilkan Presiden AS Donald Trump menyampaikan pidatonya di sidang ke-80 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, 24 September 2025. Teka-teki peraih Nobel Perdamaian akan terjawab besok, Donald Trump sangat mengharapkannya. Tetapi jika bukan Trump yang memenangkannya, siapa? 

TRIBUNNEWS.COM – Bukan rahasia lagi bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump menginginkan Hadiah Nobel Perdamaian lebih dari siapa pun.

Hadiah Nobel Perdamaian 2025 akan diumumkan pada Jumat (10/10/2025) sore, waktu Indonesia.

Trump berulang kali mengatakan bahwa ia pantas menerima penghargaan bergengsi itu karena telah “menyelesaikan delapan konflik.”

Namun, para ahli memperkirakan, ia tidak akan menjadi pemenang, setidaknya untuk tahun ini.

“Tidak, bukan Trump tahun ini,” ujar profesor asal Swedia, Peter Wallensteen, pakar hubungan internasional, kepada AFP.

“Tapi mungkin tahun depan? Saat itu, berbagai inisiatifnya—termasuk krisis Gaza—mungkin sudah mereda,” tambahnya.

Pengumuman pemenang Hadiah Nobel dilakukan secara bertahap selama satu minggu.

Dimulai dengan penghargaan di bidang kedokteran atau fisiologi pada Senin (6/10/2025), dan diakhiri dengan pengumuman pemenang di bidang ekonomi pada Senin (13/10/2025) mendatang.

Fisiologi atau Kedokteran: Diberikan kepada Mary E. Brunkow, Fred Ramsdell, dan Shimon Sakaguchi atas penemuan mereka mengenai toleransi imun perifer, (6/10/2025).

Fisika: Diberikan kepada John Clarke, Michel Devoret, dan John Martinis atas karya mereka dalam mekanika kuantum dan sirkuit listrik, (7/10/2025).

Kimia: Diberikan kepada Susumu Kitagawa, Richard Robson, dan Omar Yaghi atas pengembangan arsitektur molekuler baru bernama kerangka logam-organik (Metal–Organic Frameworks/MOF) — struktur molekul dengan rongga besar yang memungkinkan gas dan berbagai zat kimia mengalir bebas,(8/10/2025).

Baca juga: Ilmuwan Keturunan Palestina Jadi Salah Satu Peraih Nobel Kimia 2025

Sastra: Diberikan kepada penulis Hungaria László Krasznahorkai, atas karyanya yang menarik dan visioner, yang di tengah teror apokaliptik, menegaskan kembali kekuatan seni, Kamis (9/10/2025).

Perdamaian: Akan diumumkan pada Jumat (10/10/2025).

Ilmu Ekonomi: Akan diumumkan pada Senin (13/10/2025).

Penghargaan tersebut, disertai hadiah sebesar 11 juta krona Swedia (Rp19,4 miliar) serta ketenaran instan bagi para penerimanya.

Jadi, apakah Trump diperkirakan akan memenangkan Nobel Perdamaian? Dan jika bukan dia, siapa?

Kandidat dan Prediksi Pemenang

Tahun ini, total 338 individu dan organisasi telah dinominasikan untuk Hadiah Nobel Perdamaian, dengan daftar nominasi yang dirahasiakan selama 50 tahun.

Puluhan ribu orang berhak mengajukan kandidat, termasuk anggota parlemen dan kabinet dari berbagai negara, mantan peraih Nobel, profesor universitas, hingga anggota Komite Nobel.

Pada tahun 2024, Nobel Perdamaian diberikan kepada kelompok penyintas bom atom Jepang, Nihon Hidankyo, atas upaya mereka melarang senjata nuklir.

Tahun ini, tanpa ada favorit yang menonjol, beberapa nama telah beredar di Oslo menjelang pengumuman pada Jumat.

Sudan’s Emergency Response Rooms, jaringan relawan yang mempertaruhkan nyawa untuk memberi makan dan membantu korban perang serta kelaparan, disebut sebagai kandidat kuat.

Nama Yulia Navalnaya, janda kritikus Kremlin Alexei Navalny, juga masuk dalam bursa.

Mengutip Sky News, nama Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Doctors Without Borders (Médecins Sans Frontières) juga muncul dalam spekulasi.

Komite Nobel juga bisa memberikan penghargaan kepada lembaga-lembaga PBB seperti Mahkamah Internasional, atau PBB secara keseluruhan, yang tahun ini merayakan hari jadinya yang ke-80.

Selain itu, Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ) atau Reporters Without Borders (RSF) disebut berpeluang menerima penghargaan, sebagai bentuk penghormatan pada tahun di mana jumlah jurnalis yang terbunuh mencapai rekor tertinggi, terutama di Gaza.

Meski upaya diplomasi Trump dalam negosiasi perang dinilai belum cukup untuk mengamankan kemenangan, penghargaan bisa saja diberikan kepada mediator lokal yang berperan dalam perundingan gencatan senjata dan akses bantuan kemanusiaan di zona konflik.

Beberapa kandidat potensial antara lain Komite Perdamaian Republik Afrika Tengah, Jaringan Afrika Barat untuk Pembangunan Perdamaian, atau Komite Tetua dan Mediasi di El Fasher, Darfur.

Baca juga: Temukan Material Penyerap CO₂, Profesor Jepang Susumu Kitagawa Raih Nobel Kimia 2025

Komite Nobel juga bisa memilih untuk menegaskan kembali komitmennya terhadap tatanan dunia yang kini banyak ditantang oleh Trump, dengan memberikan penghargaan kepada Sekretaris Jenderal PBB António Guterres, atau lembaga-lembaga seperti UNHCR (badan pengungsi) dan UNRWA (badan bantuan Palestina).

Menurut AFP, pilihan Komite Nobel dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan kembali pada hal-hal yang lebih mikro, lebih dekat dengan gagasan klasik tentang perdamaian, dengan fokus pada hak asasi manusia, demokrasi, kebebasan pers, dan pemberdayaan perempuan, ujar Halvard Leira, direktur Institut Norwegia untuk Urusan Internasional.

“Firasat saya, komite mungkin akan memilih kandidat yang tidak terlalu kontroversial tahun ini,” katanya.

Namun, seperti yang sering terjadi, Komite Nobel bisa saja mengejutkan dunia dengan memilih pemenang yang sama sekali tak terduga.

Tentang Hadiah Nobel

Mengutip SBS News, Hadiah Nobel, atau yang juga disebut Penghargaan Nobel, diciptakan oleh ahli kimia dan pengusaha kaya asal Swedia, Alfred Nobel.

Dalam wasiatnya, Alfred Nobel menetapkan bahwa sebagian besar hartanya harus digunakan untuk mendanai penghargaan bagi mereka yang telah memberikan manfaat terbesar bagi umat manusia dalam satu tahun sebelumnya.

Alfred Nobel dikenal sebagai penemu dinamit, tetapi ia juga menulis puisi dan drama, serta mampu berbicara dalam bahasa Rusia, Prancis, Inggris, dan Jerman sejak usia 17 tahun.

PEMENANG NOBEL 2025 - Tangkap layar YouTube Nobel Prize, memperlihatkan medali Hadiah Nobel untuk pemenang. Ini 5 hal yang perlu diketahui tentang Hadiah Nobel, 6 pemenang untuk dua kategori telah diumumkan.
PEMENANG NOBEL 2025 - Tangkap layar YouTube Nobel Prize, memperlihatkan medali Hadiah Nobel untuk pemenang. Ini 5 hal yang perlu diketahui tentang Hadiah Nobel, 6 pemenang untuk dua kategori telah diumumkan. (Tangkap layar YouTube Nobel Prize)

Lima kategori hadiah asli (fisiologi/kedokteran, fisika, kimia, sastra, dan perdamaian) mencerminkan bidang yang paling dekat dengan minat pribadinya.

Alfred Nobel menghabiskan sebagian besar kariernya mengembangkan teknologi senjata dan memperoleh kekayaan besar dari bidang itu. 

Namun, di akhir hayatnya, ia menjadi sahabat aktivis perdamaian asal Austria, Bertha von Suttner.

Alfred Nobel meninggal pada tahun 1896, dan penghargaan pertama baru diberikan pada tahun 1901, setelah sengketa hukum panjang terkait surat wasiatnya.

Hadiah Nobel diserahkan setiap 10 Desember, bertepatan dengan hari wafatnya.

Pada hari itu, para tamu akan menghadiri jamuan makan mewah di Balai Kota Stockholm.

Menu yang disiapkan selama berbulan-bulan oleh para koki dan sommelier terbaik Swedia dirahasiakan hingga saat disajikan oleh sekitar 200 pelayan.

Siapa yang Menganugerahkan Hadiah Nobel?

Baca juga: Sosok Shimon Sakaguchi Ilmuan Jepang Peraih Nobel Kedokteran, Ubah Cara Pahami Sistem Kekebalan

Alfred Nobel menunjuk Akademi Ilmu Pengetahuan Kerajaan Swedia untuk menganugerahkan hadiah di bidang kimia dan fisika, Akademi Swedia untuk bidang sastra, Institut Karolinska untuk bidang fisiologi atau kedokteran, dan Parlemen Norwegia untuk penghargaan perdamaian.

Tidak diketahui secara pasti mengapa Nobel memilih Norwegia untuk urusan Hadiah Perdamaian, namun kemungkinan besar hal itu berkaitan dengan hubungan politik antara Norwegia dan Swedia saat ia menulis wasiatnya.

Pada tahun 1968, ketika Bank Sentral Swedia merayakan hari jadinya yang ke-300, lembaga tersebut mendirikan Penghargaan Ilmu Ekonomi untuk Mengenang Alfred Nobel, yang dikelola oleh Yayasan Nobel dan dianugerahkan oleh Akademi Ilmu Pengetahuan Kerajaan Swedia dengan prinsip serupa.

Peraih Nobel yang Paling Terkenal

Beberapa peraih Nobel paling ternama di antaranya ilmuwan Albert Einstein, Niels Bohr, dan Marie Curie; sastrawan Ernest Hemingway dan Albert Camus; serta tokoh-tokoh inspiratif seperti Nelson Mandela, Martin Luther King Jr., dan Bunda Teresa.

Meski sebagian besar pencapaiannya masih dirayakan, sejumlah penghargaan dianggap keliru, seperti Nobel Fisiologi 1949 untuk Egas Moniz atas praktik lobotomi yang kemudian didiskreditkan.

Nobel Perdamaian juga tak lepas dari kontroversi, termasuk yang diberikan kepada Mantan Menteri Luar Negeri dan Penasihat Keamanan Nasional AS Henry Kissinger, mantan Ketua Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) dan Presiden Otoritas Palestina Yasser Arafat, mantan Perdana Menteri Israel Yitzhak Rabin, dan mantan Presiden dan Perdana Menteri Israel, Shimon Peres.

Sementara itu, kegagalan Komite Nobel memberikan penghargaan kepada Mahatma Gandhi sebelum wafatnya pada 1948, masih dianggap sebagai salah satu kelalaian terbesar dalam sejarah penghargaan ini.

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved