Konflik Rusia Vs Ukraina
Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1.326, Putin Puji Trump meski Gagal Raih Nobel Perdamaian
Perang Rusia-Ukraina hari ke-1.326, Putin sebut Presiden AS Trump seharusnya layak dapat Nobel Perdamaian karena berupaya akhiri perang Rusia-Ukraina.
TRIBUNNEWS.COM - Perang Rusia dengan Ukraina memasuki hari ke-1.326 pada Sabtu (11/10/2025), memperpanjang perang sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari 2022.
Perang Rusia–Ukraina berakar dari ketegangan panjang sejak runtuhnya Uni Soviet pada 1991.
Setelah menjadi negara merdeka, Ukraina kerap bersitegang dengan Rusia terkait perbatasan, identitas nasional, dan arah politik.
Situasi memuncak pada 2014 setelah Revolusi Maidan menggulingkan Presiden Viktor Yanukovych yang pro-Rusia.
Pemerintahan baru Ukraina yang condong ke Barat dianggap Moskow sebagai ancaman terhadap pengaruhnya di kawasan.
Sebagai respons, Rusia mencaplok Krimea dan mendukung kelompok separatis di Donetsk serta Luhansk, memicu konflik bersenjata di wilayah Donbas.
Ketegangan berlanjut hingga Februari 2022, ketika Presiden Vladimir Putin melancarkan invasi besar-besaran ke Ukraina.
Ia beralasan, operasi militer tersebut bertujuan “menumpas neo-Nazi” di Kyiv, melindungi warga keturunan Rusia di Donbas, dan mencegah Ukraina bergabung dengan NATO yang dianggap mengancam keamanan Rusia.
Pada Sabtu dini hari, Rusia dilaporkan menyerang Novgorod-Siversky dengan pesawat tanpa awak, merusak bangunan tempat tinggal dan sebuah lembaga pemerintah.
Sekitar pukul 08.42 waktu setempat, drone Rusia menyerang ambulans di Kherson dan melukai pengemudinya.
Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina mengumumkan bahwa selama 24 jam terakhir terjadi 234 bentrokan terjadi di garis depan, lapor Suspilny.
Baca juga: Sebagian Ukraina Gelap Gulita usai Digempur 450 Drone dan Rudal Hipersonik Rusia, Ada Korban Tewas
Sempat Padam, Layanan Listrik di Kyiv Pulih
Sebanyak 270.000 pelanggan di Kyiv kembali mendapatkan pasokan listrik setelah sebelumnya padam akibat serangan Rusia, menurut pernyataan Menteri Energi Ukraina, Svitlana Hrynchuk, di Facebook pada Jumat.
Warga Kyiv melaporkan mendengar ledakan sepanjang malam Kamis, dan banyak yang terbangun tanpa listrik keesokan paginya setelah serangan udara besar-besaran yang menargetkan sistem energi negara itu.
Foto-foto yang beredar di media sosial menunjukkan petugas pemadam kebakaran berjuang memadamkan api di beberapa blok apartemen yang terbakar.
Hrynchuk tidak menjelaskan jumlah pasti warga yang terdampak pemadaman.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Presiden-Rusia-Vladimir-Putin-Presiden-Amerika-Serikat-AS-Donald-Trump-34535534.jpg)