Rabu, 6 Mei 2026

Konflik Palestina Vs Israel

Trump Tak Yakin Masuk Surga Gara-gara Gencatan Senjata Israel-Hamas

Presiden AS Donald Trump tak yakin membantu Israel dan Hamas menyepakati gencata senjata Gaza bisa membawanya ke surga.

Tayang:
Facebook The White House
TRUMP DAN NETANYAHU - Foto diambil dari Facebook The White House pada Senin (13/10/2025), memperlihatkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri) dan Presiden AS Donald Trump (kanan) berfoto di Knesset, Yerusalem, pada hari Senin (13/10/2025). Trump mengatakan ia tak yakin bahwa membantu gencatan senjata Israel dan Hamas bisa membawanya ke surga. 

Ringkasan Berita:
  • Presiden Amerika Serikat Donald Trump berkelakar dia mungkin belum bisa masuk surga meski telah menengahi Israel dan Hamas hingga mencapai gencatan senjata.
  • Trump sesumbar, jika ia jadi presiden pada tahun 2020, ia mampu mencegah Presiden Rusia Putin menginvasi Ukraina pada tahun 2022.
  • Di Mesir, Trump mengesahkan pernyataan bersama negara Arab dan Muslim terkait gencatan senjata Gaza.

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan upayanya untuk kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan kelompok Palestina, Gerakan Perlawanan Islam (Hamas), tidak akan membawanya ke surga.

Selama penerbangan Trump menggunakan Air Force One ke Israel pada hari Minggu, Peter Doocy dari Fox News bertanya kepada Presiden apakah mengakhiri perang di Gaza akan membantunya masuk surga.

"Saya agak lucu," kata Trump sambil tersenyum dan terkekeh, Senin (13/10/2025).

"Saya rasa tidak ada yang bisa membawa saya ke surga. Saya rasa saya mungkin tidak menuju surga," lanjutnya.

"Saya mungkin sedang berada di surga saat ini saat kita terbang dengan Air Force One. Saya tidak yakin saya akan bisa membuat surga, tetapi saya telah membuat hidup jauh lebih baik bagi banyak orang," tambahnya.

Trump kemudian membanggakan keterampilan negosiasinya, mengklaim pertempuran antara Israel dan Hamas akan menjadi “perang kedelapan" yang "ia selesaikan."

Presiden AS kemudian mengeluh bahwa "jika pemilu presiden 2020 tidak dicurangi" ia mungkin tetap berada di Gedung Putih daripada digantikan Joe Biden.

Trump mengklaim ia mampu mencegah Presiden Rusia Vladimir Putin agar tidak menginvasi Ukraina pada tahun 2022.

"Kita memiliki pemerintahan yang tidak kompeten," kata Trump tentang era pemerintahan Joe Biden. 

"Kita memiliki presiden yang tidak kompeten. Dan karena pemilu yang curang, jutaan orang tewas," lanjutnya, lapor The Independent.

Trump kembali menyalahkan Biden dengan mengatakan, "Dan omong-omong, masalah Israel jauh lebih sulit diselesaikan karena pemerintahan sebelumnya."

Baca juga: 27 Pemimpin Dunia Kumpul di Mesir: Trump, Erdogan Hingga Prabowo Tekan Perdamaian Akhiri Perang Gaza

Trump Kunjungi Israel dan Mesir

Presiden AS berkunjung ke Israel dan berpidato di Knesset (parlemen Israel) pada hari Senin, sebelum melanjutkan penerbangannya ke Mesir untuk menghadiri pertemuan yang membahas gencata senjata Gaza.

Trump dan para pemimpin Mesir, Qatar, dan Turki menandatangani deklarasi di Sharm el-Sheikh, di Semenanjung Sinai Mesir, yang mendukung gencatan senjata dan jalan menuju pengaturan perdamaian yang komprehensif dan berkelanjutan.

Pada hari yang sama, Hamas membebaskan 20 sandera Israel yang masih hidup dengan imbalan sekitar 250 tahanan Palestina yang mendapat hukuman panjang dan 1.700 warga Gaza yang ditahan sejak Oktober 2023.

Media Israel, The Times of Israel, melaporkan bahwa empat dari 28 jenazah sandera diserahkan Hamas melalui Palang Merah Internasional pada hari Senin.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved