5 Populer Internasional: Profil Eric Trump - Alasan PM Malaysia Tidak Diundang KTT Perdamaian Gaza
Rangkuman berita populer internasional, di antaranya Eric Trump, putra Presiden AS Donald Trump diduga ingin ditemui oleh Presiden Prabowo.
Ringkasan Berita:
- Rangkuman 5 berita populer internasional dalam 24 jam terakhir
- Nama Eric Trump, putra Presiden AS Donald Trump menjadi sorotan setelah diduga ingin ditemui oleh Presiden Prabowo
- Di sisi lain, saat KTT Perdamaian Gaza di Mesir Senin lalu, PM Malaysia rupanya tidak diundang
TRIBUNNEWS.COM - Dua isu menarik mewarnai kabar internasional hari ini: Eric Trump, yang diduga ingin ditemui Prabowo, dan absennya Perdana Menteri Malaysia dari KTT Perdamaian Gaza.
Berikut berita populer internasional dalam 24 jam terakhir.
1. Profil Eric Trump, Anak Donald Trump yang Diduga Dicari Prabowo saat KTT Gaza
Eric Trump, anak ketiga dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump, kembali menjadi sorotan internasional setelah Presiden Indonesia Prabowo Subianto diduga meminta bertemu dengannya.
Adapun kejadian tersebut terjadi pada sela-sela KTT Gaza di Sharm El-Sheikh, Mesir, yang digelar Senin (13/10/2025) waktu setempat.
Nama Eric Trump mendadak jadi sorotan setelah rekaman audio dari mikrofon terbuka (hot mic) menangkap percakapan Prabowo dengan Donald Trump terkait dirinya pada KTT yang digelar untuk memulai gencatan senjata antara Israel dan Hamas tersebut.
"Bisakah saya bertemu Eric (Trump)?" ungkap Prabowo Subianto secara samar dalam rekaman tersebut yang kemudian direspons secara antusias oleh Donald Trump.
Di hadapan Prabowo, Trump menyebut Eric sebagai "anak baik" dan berjanji akan menyuruhnya untuk segera menghubungi Prabowo.
Kejadian ini viral di media sosial dan memicu spekulasi tentang potensi kesepakatan bisnis Trump Organization di Indonesia yang memiliki proyek lapangan golf dan resor di Bali.
Dikutip dari Reuters, banyak pihak yang berspekulasi bahwa Prabowo akan membahas investasi bisnis Trump di Indonesia.
Hal ini terjadi mengingat Eric merupakan pewaris utama dinasti bisnis keluarga Donald Trump.
2. Pasca Nyatakan Perang Gaza Berakhir, Kini Trump Minta Netanyahu Diberi Pengampunan
Baca juga: Israel Langgar Gencatan Senjata, Tembak Mati 6 Warga Palestina di Gaza
Setelah menyatakan perang Gaza berakhir, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump langsung terbang ke Timur Tengah.
Tujuan pertama Donald Trump saat berada di Timur Tengah adalah bertemu dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.
Tak hanya bertemu dengan Benjamin Netanyahu, Trump bahkan memberikan pidato bersejarah di hadapan para anggota parlemen di Knesset, Senin (13/10/2025).
Namun, ada kejadian mengejutkan saat Trump memberikan pidato di Knesset.
Trump meminta agar Netanyahu diberikan pengampunan atas dakwaan korupsi yang dihadapinya.
Seruan yang disisipkan di tengah pidato perayaan kesepakatan gencatan senjata Gaza itu segera memicu perdebatan di Israel.
Dikutip dari Axios, Trump memuji Netanyahu, yang ia sebut sebagai "salah satu pemimpin masa perang terhebat" Israel.
"Saya punya ide, Tuan Presiden," kata Trump, ditujukan kepada Presiden Israel Isaac Herzog, yang memiliki wewenang untuk memberikan pengampunan.
"Mengapa Anda tidak memberinya pengampunan?" lanjut Trump.
"Siapa yang peduli dengan cerutu dan sampanye?" ungkap Trump, merujuk pada salah satu kasus korupsi Netanyahu yang melibatkan penerimaan hadiah mewah.
Tuduhan itu menyebutkan bahwa Netanyahu dan istrinya menerima hadiah mewah senilai lebih dari $260.000, termasuk cerutu dan sampanye, dari miliarder sebagai imbalan atas bantuan politik.
Netanyahu sendiri saat ini menghadapi tiga kasus korupsi terpisah, tuduhan yang secara konsisten ia bantah dan sebut sebagai "perburuan penyihir" bermotif politik.
3. Sosok Politikus Israel Diseret ke Luar Ruangan Karena Teriaki Donald Trump Saat Berpidato
Seorang politikus sayap kiri Israel menginterupsi dengan keras Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump saat tengah berpidato di parlemen Israel, Senin (13/10/2025).
Dia tak sempat berbicara panjang.
Baca juga: Presiden Prabowo Tidak Pernah Berencana ke Israel, Menlu Sugiono: Buktinya Kita Pulang Hari Ini
Tak butuh waktu lama, beberapa petugas keamanan langsung menyeret anggota parlemen itu meninggalkan ruang sidang.
Ofer Cassif nama anggota parlemen itu.
Dia berasal dari Partai Hadash yang berhaluan kiri ekstrem.
Ofer Cassif mulai berteriak ketika Trump memuji utusan khususnya, Steve Witkoff, atas perannya dalam membawa “perdamaian di Timur Tengah.”
Tidak langsung jelas apa yang diteriakkan Cassif.
Karena dia tak sempat berbicara setelah digiring paksa keluar oleh petugas keamanan.
Dia disambut sorak sorai mayoritas anggota parlemen Israel yang sebelumnya memberikan tepuk tangan meriah kepada Trump.
Apa yang Ingin Disampaikan Cassif?
Cassif membagikan postingan panjang di X menjelang kedatangan Trump, yang mengecam kunjungan presiden AS tersebut ke Israel.
"Hari ini, Trump tiba di Knesset untuk menyampaikan pidato kemenangan, yang pastinya penuh dengan kemegahan diri dan kebohongan," tulisnya pada hari Senin.
“Dengan dukungan penuhnya terhadap pemerintahan yang kejam, ia tidak hanya memungkinkan berlanjutnya genosida tetapi juga penelantaran terus-menerus terhadap mereka yang diculik,” tulis Cassif.
4. Anwar Ibrahim Beberkan Alasan Tak Diundang Trump Hadiri KTT Perdamaian Gaza, Prabowo Diundang
Sama dengan Indonesia, Malaysia termasuk yang getol melawan genosida Israel di Gaza Palestina.
Namun Malaysia tidak diundang ke pertemuan puncak KTT Perdamaian Gaza di Mesir.
Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim membeberkan alasan mengapa dia tidak diundang ke KTT yang dihadiri 27 kepala negara dan kepala pemerintahan termasuk Indonesia.
Baca juga: Inggris Diam-diam Pertemukan Pejabat Timur Tengah dan Eropa di Rumah Terpencil, Bahas soal Gaza
Anwar Ibrahim mengatakan hanya negara-negara yang memberikan dukungan penuh terhadap rencana tersebut yang menghadiri pertemuan puncak tersebut.
Sementara Malaysia, kata dia, masih memberikan dukungan bersyaratnya terhadap rencana perdamaian 20 poin yang ditawarkan Presiden AS Donald Trump.
“Malaysia tidak diikutsertakan karena kami menyatakan dukungan dengan beberapa keberatan,” ujar Anwar Ibrahim, Selasa (14/10/2025).
“Hal ini bergantung pada resolusi komprehensif untuk memulangkan warga Palestina yang diusir secara paksa,” tambah Anwar.
Seperti diketahui KTT Perdamaian Gaza digelar di Mesir kemarin.
Presiden RI Prabowo Subianto satu-satunya pemimpin dari Asia Tenggara yang diundang.
5. Usai Gencatan Senjata, Hamas Buru Kelompok Bersenjata Pro Israel di Gaza, Puluhan Tewas
Hamas kembali menunjukkan kekuatan militernya di Gaza dengan memburu geng bersenjata yang dituding bekerja sama dengan Israel.
“Pasukan keamanan Hamas kini sepenuhnya mengendalikan milisi bersenjata di Kota Gaza dan memulai operasi penyisiran menyeluruh,” kata seorang pejabat senior kepada Al Jazeera.
Langkah ini dilakukan beberapa hari setelah gencatan senjata dengan Israel diberlakukan.
Bentrokan pertama kali pecah pekan lalu antara Hamas dan klan bersenjata Dughmush di lingkungan Sabra, Kota Gaza, tak lama setelah gencatan senjata mulai berlaku.
Hal itu turut dikonfirmasi oleh Kementerian Dalam Negeri dan Keamanan Nasional Gaza, menyebutkan bahwa sekitar 200 anggota pasukan keamanan Hamas dikerahkan untuk menundukkan klan tersebut, lantaran geng bersenjata tersebut dicurigai mengeksekusi pengungsi serta memberi informasi kepada Israel.
Alasan tersebut yang mendorong Hamas untuk memburu anggota geng bersenjata dan memindahkan mereka ke lokasi yang aman untuk penyelidikan lebih lanjut.
Hamas mengklaim upaya ini dilakukan karena memiliki tujuan strategis. Pertama, menegakkan keamanan internal dengan memastikan wilayah Gaza aman dari kelompok yang berpotensi menciptakan kekacauan.
Kedua, memutus jaringan kolaborasi dengan Israel, sehingga tidak ada pihak yang bisa memanfaatkan geng tersebut untuk melemahkan Hamas.
Selain itu, langkah ini juga menunjukkan dominasi Hamas di Gaza dan menantang klaim Israel yang menyebut kelompok tersebut hancur.
Dengan menundukkan milisi bersenjata pro-Israel, Hamas menegaskan posisinya sebagai kekuatan politik dan militer utama di wilayah tersebut.
Perburuan geng bersenjata juga dimaksudkan mencegah propaganda dan klaim kemenangan musuh, sekaligus menegakkan keadilan internal bagi warga Gaza yang menjadi korban pengkhianatan dan kekerasan.
(Tribunnews.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/BERITA-POPULER-INTERNASIONAL-15okt25.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.