Konflik Rusia Vs Ukraina
Donald Trump Klaim India Tak Akan Beli Minyak dari Rusia Lagi
Pernyataan ini disampaikan beberapa hari setelah Sergio Gor, calon dubes AS untuk India pilihan Trump, bertemu dengan Modi.
Ringkasan Berita:
- Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa PM India Narendra Modi berjanji menghentikan pembelian minyak dari Rusia sebagai bagian dari upaya tekanan ekonomi terhadap Moskow.
- Trump menargetkan Tiongkok untuk mengikuti langkah serupa guna mendorong negosiasi damai terkait perang di Ukraina
- India selama ini dikenal sebagai pembeli terbesar dari produksi minyak Rusia
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump, menyatakan pada Rabu waktu setempat (15/10/2025), Perdana Menteri India Narendra Modi telah berjanji untuk menghentikan pembelian minyak dari Rusia.
Dikutip dari Reuters, Trump juga menyatakan bahwa langkah berikutnya adalah meyakinkan Tiongkok melakukan hal yang sama.
Pernyataan ini disampaikan beberapa hari setelah Sergio Gor, calon duta besar Amerika Serikat untuk India pilihan Trump, bertemu dengan Modi.
Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas isu pertahanan, perdagangan, dan teknologi.
Penunjukan Gor, yang merupakan salah satu kepercayaan dekat Trump, secara luas dinilai sebagai langkah positif bagi hubungan bilateral Amerika Serikat–India.
Langkah-langkah ini juga bisa dibilang sebagai upaya Washington untuk memerkuat tekanannya kepada Rusia dengan memutus aliran pendapatan dari sektor energi.
India dan Tiongkok merupakan dua pembeli terbesar ekspor minyak mentah Rusia melalui jalur laut.
Kedua negara memanfaatkan harga diskon yang harus diterima Rusia setelah pembeli dari Eropa menghindari transaksi dan Amerika Serikat bersama Uni Eropa memberlakukan sanksi terhadap Moskow akibat invasinya ke Ukraina pada Februari 2022.
Mengalirnya kucuran dana dari New Delhi dan Beijing inilah yang diduga menjadi faktor yang memungkinkan Rusia terus melancarkan serangan ke Ukraina hingga saat ini.
Guna menghadapi hal tersebut, Trump pun menargetkan India sebagai sasaran "perang tarif" dengan menerapkan kenaikan biaya terhadap ekspor India ke Amerika Serikat.
Langkah ini bertujuan mencegah negara tersebut terus membeli minyak mentah dari Rusia sekaligus menekan Moskow agar bersedia bernegosiasi mencapai kesepakatan damai di Ukraina.
Baca juga: Baku Tembak Mematikan Pakistan vs Taliban, Trump Siap Jadi Penengah
"Sebelumnya saya tidak senang karena India membeli minyak Rusia, dan hari ini ia menjamin kepada saya bahwa mereka tidak akan lagi membeli minyak dari Rusia," ujar Trump kepada para jurnalis dalam sebuah acara di Gedung Putih pada Rabu.
"Itu merupakan langkah besar. Selanjutnya, kami akan meminta Tiongkok melakukan hal yang sama." lanjut Trump
Bila klaim Trump ini benar adanya, maka keputusan India untuk menghentikan impor minyak dari Rusia akan menjadi perubahan besar dari salah satu pelanggan energi utama Moskow.
Hal ini juga berpotensi mengubah pertimbangan negara-negara lain yang masih mengimpor minyak mentah Rusia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Presiden-Amerika-Serikat-AS-Donald-Trump-4532434324.jpg)