Minggu, 3 Mei 2026

7 Percakapan yang Bocor Lewat Hot Mic, Terbaru Prabowo saat Berbincang dengan Donald Trump

Mengira tak ada yang mendengar, sejumlah tokoh dunia berikut ini terjebak dalam situasi "hot mic", terbaru Prabowo saat ia meminta bertemu dengan Eric

Tayang:
Tangkap layar YouTube Guardian News
PERCAKAPAN BOCOR - Tangkap layar YouTube Guardian News pada 14 Oktober 2025, memperlihatkan momen saat Presiden AS Donald Trump dan Presiden Prabowo Subianto berbincang di tengah-tengah KTT Perdamaian Gaza di Mesir. Keduanya tampaknya tidak menyadari bahwa mikrofon mereka masih menyala. 
Ringkasan Berita:
  • Sejumlah pemimpin negara atau tokoh politik dunia terjebak dalam "skandal hot mic", di mana mereka mengira melakukan percakapan pribadi tetapi suara mereka terdengar oleh semua orang di ruangan
  • Baru-baru ini, Presiden Prabowo Subianto terdengar melakukan percakapan dengan Donald Trump
  • Percakapan yang bocor seperti itu bukan pertama kali terjadi

 

TRIBUNNEWS.COM – Presiden Prabowo Subianto menjadi sorotan setelah terjebak dalam momen “hot mic”, ketika ia bertanya kepada Donald Trump apakah bisa bertemu dengan Eric, yang diduga merupakan Eric Trump, putra dari Donald Trump.

Menurut Dictionary.com, hot mic atau hot mike merujuk pada mikrofon yang masih aktif merekam atau menyiarkan suara, terutama ketika mikrofon tersebut menangkap percakapan yang dianggap pribadi oleh pembicara.

Percakapan antara Prabowo dan Trump terungkap saat keduanya menghadiri pertemuan puncak di Mesir yang bertujuan mewujudkan perdamaian abadi di Gaza, Senin (13/10/2025).

Dilansir Reuters, Prabowo tampak tidak menyadari bahwa mikrofon yang dipakainya masih merekam ketika ia berbicara kepada Trump dan menyinggung wilayah yang disebutnya “tidak aman dari segi keamanan.”

Ia kemudian bertanya kepada Trump, “Bolehkah saya bertemu Eric?”

Trump menjawab, “Saya akan meminta Eric menelepon. Haruskah saya melakukannya? Dia anak yang baik. Saya akan meminta Eric menelepon.”

Prabowo kemudian berkata kepada Trump, “Kita akan mencari tempat yang lebih baik,” dan Trump menimpali, “Saya akan meminta Eric menelepon Anda.”

Prabowo menambahkan, “Eric atau Don Jr.”

TRUMP DAN PRABOWO - Presiden Prabowo dan Presiden Trump berbincang di International Congress Centre, Sharm El-Sheikh, Mesir, pada Senin (13/10/2025).
TRUMP DAN PRABOWO - Presiden Prabowo dan Presiden Trump berbincang di International Congress Centre, Sharm El-Sheikh, Mesir, pada Senin (13/10/2025). (BPMI Setpres/Muchlis Jr)

Eric Trump (41) dan kakaknya, Donald Trump Jr. (47), sama-sama menjabat sebagai Wakil Presiden Eksekutif Trump Organization.

Tidak jelas dari rekaman audio tersebut apakah keduanya merujuk pada Trump Organization atau kesepakatan bisnis tertentu yang melibatkan presiden maupun keluarganya. Namun, perusahaan tersebut diketahui membuka klub golf pertamanya di Indonesia pada Maret lalu, bekerja sama dengan perusahaan lokal.

Baca juga: Profil Eric Trump, Anak Donald Trump yang Diduga Dicari Prabowo saat KTT Gaza

Properti lain di Indonesia serta sebuah resor di Bali juga tercantum di situs web Trump Organization dengan status “coming soon.”

Percakapan antara Prabowo dan Trump itu hanyalah satu dari sejumlah momen hot mic yang melibatkan para pemimpin dunia ketika mereka mengira tidak ada yang mendengarkan.

Berikut enam momen hot mic lainnya, seperti dilansir BBC, The Guardian dan Newsweek.

1. Transplantasi Organ dan Keabadian – Xi Jinping dan Vladimir Putin

Dalam parade militer di Beijing pada September lalu, Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin terekam tengah mendiskusikan transplantasi organ sebagai cara memperpanjang usia manusia.

“Organ manusia dapat ditransplantasikan secara terus-menerus. Semakin lama Anda hidup, semakin muda Anda, dan [Anda] bahkan dapat mencapai keabadian,” ujar penerjemah Putin dalam percakapan yang tampaknya bersifat pribadi.

Xi, yang tidak terlihat di kamera, terdengar menjawab dalam bahasa Mandarin:

“Beberapa orang memperkirakan bahwa pada abad ini manusia dapat hidup hingga 150 tahun.”

Sejumlah kritikus, termasuk anggota Kongres AS Chris Smith, menyoroti komentar itu untuk menegaskan kekhawatiran atas praktik pengambilan organ paksa di China.

Smith kemudian meminta Senat segera mengesahkan Undang-Undang Anti Panen Organ Paksa 2025, yang sebelumnya telah disetujui DPR.

2. Bercanda soal Masyarakat yang Terancam Kenaikan Air Laut – Peter Dutton

Mantan Menteri Imigrasi Australia Peter Dutton menuai kecaman pada 2015 setelah bercanda mengenai penderitaan masyarakat di Pasifik yang menghadapi ancaman kenaikan permukaan laut.

Dutton berbicara kepada Perdana Menteri saat itu, Tony Abbott, yang baru kembali dari perundingan perubahan iklim dengan para pemimpin Kepulauan Pasifik di Port Moresby, Papua Nugini.

Menanggapi komentar Abbott tentang waktu pertemuan yang berlangsung hingga larut malam, Dutton menambahkan:

“Waktu tidak berarti apa-apa ketika Anda akan merasakan air menggenang di depan pintu rumah Anda.”

Pernyataan itu memicu kemarahan dari negara-negara Kepulauan Pasifik dan para aktivis lingkungan.

Partai Buruh yang beroposisi pun mendesak Dutton untuk meminta maaf.

Larissa Waters, wakil pemimpin Partai Hijau saat itu, menyindir: “Apa lagi yang dikatakan para badut ini ketika mikrofon dimatikan?”

3. “Netanyahu Pembohong” – Barack Obama dan Nicolas Sarkozy

Baca juga: Jebakan Mic Bocor Ala Amerika, Prabowo Korban Terbaru? Terjadi di Era Trump, Biden hingga Reagen

Pada KTT G20 di Cannes tahun 2011, Presiden AS Barack Obama dan Presiden Prancis saat itu Nicolas Sarkozy terekam tengah berbicara mengenai Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

Sarkozy berkata: “Saya tidak tahan dengan Netanyahu. Dia pembohong.”

Menurut versi seorang penerjemah Prancis yang dikutip Reuters, Obama menjawab:

“Anda muak dengannya, tetapi saya harus berurusan dengannya lebih sering daripada Anda.”

4. “Mulai Mengebom dalam 5 Menit” – Ronald Reagan

Pada tahun 1984, di puncak Perang Dingin, Presiden AS Ronald Reagan secara tidak sengaja memicu ketegangan dengan pernyataan bercanda mengenai Uni Soviet.

Saat uji suara sebelum siaran mingguan radionya, Reagan berkata kepada teknisi:

“Rekan-rekan Amerika, dengan senang hati saya sampaikan kepada Anda hari ini bahwa saya telah menandatangani undang-undang yang akan melarang Rusia selamanya. Kita mulai mengebom dalam lima menit.”

Pernyataan itu sebenarnya tidak disiarkan langsung, namun rekamannya kemudian bocor ke publik.

Akibatnya, pasukan Soviet sempat disiagakan di Timur Jauh, dan komentar tersebut menuai kecaman dari Moskow.

5. “Wanita Fanatik” – Gordon Brown

Pada tahun 2010, saat berbicara dengan warga di Rochdale, Inggris Utara, Perdana Menteri Inggris Gordon Brown dikonfrontasi oleh seorang perempuan yang mempertanyakan kebijakan imigrasi.

Setelah percakapan itu, Brown masuk ke mobilnya dengan mikrofon Sky News yang masih terpasang di pakaiannya.

Tanpa menyadari mikrofonnya masih aktif, ia berkata kepada seorang ajudan bahwa percakapan tadi adalah bencana.

"Mereka seharusnya tidak pernah menempatkan saya dengan perempuan itu.”

Ketika ditanya tentang komentarnya, Brown menjawab:

Baca juga: Donald Trump Desak Vladimir Putin Akhiri Perang Ukraina

“Ugh, semuanya! Dia hanya seorang perempuan fanatik yang mengaku pernah menjadi anggota Partai Buruh. Sungguh konyol.”

Skandal ini mendominasi pemberitaan selama berminggu-minggu dan Brown akhirnya kalah dalam pemilu.

Meski begitu, Brown sempat mengunjungi perempuan tersebut, Gillian Duffy, untuk meminta maaf secara langsung, serta mengulangi permintaan maafnya dalam wawancara di BBC Radio 2.

6. Netanyahu dan China - Joe Biden

Pada awal tahun 2024, mantan Presiden Amerika Serikat Joe Biden tertangkap kamera saat berbicara ke mikrofon yang masih menyala, tak lama setelah menyampaikan pidato kenegaraan yang berapi-api.

Ia terdengar membahas Perdana Menteri Israel Benjamin “Bibi” Netanyahu di tengah krisis kemanusiaan yang sedang berlangsung di Gaza.

“Saya bilang padanya, Bibi — dan jangan ulangi ini — tapi kita akan mengadakan pertemuan ‘datanglah kepada Yesus’,” ujar Biden.

Pada bulan September, insiden serupa kembali terjadi ketika mikrofon Biden kembali menangkap komentarnya tentang perilaku China selama KTT Dialog Keamanan Quadrilateral (Quad).

Berbicara dengan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese, Perdana Menteri India Narendra Modi, dan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida di negara bagian asalnya, Delaware, Biden mengatakan:

“China terus berperilaku agresif, menguji kita di seluruh kawasan. Hal ini terjadi di Laut Cina Selatan, Laut Cina Timur, Asia Selatan, dan Selat Taiwan.”

Biden kemudian menambahkan:

“Menurut pandangan saya, ia juga ingin mendapatkan ruang diplomatik untuk dirinya sendiri agar dapat secara agresif mengejar kepentingan China.”

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved