Selasa, 28 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Mossad Israel Klaim Menembus Operasi di Iran dan Lebanon, Akui Peroleh 'Intelijen Berharga'

Mossad disebut menunjukkan kemampuan operasional baru dan belum pernah terjadi sebelumnya di dalam negara-negara target.

Tayang:
Penulis: Nuryanti

Ringkasan Berita:
  • David Barnea mengatakan Mossad telah mencapai keuntungan intelijen strategis dan taktis.
  • David Barnea mengatakan Mossad Israel telah memperoleh "intelijen berharga."
  • Mossad telah menunjukkan kemampuan operasional baru dan belum pernah terjadi sebelumnya di dalam negara-negara target.

TRIBUNNEWS.COM - Badan intelijen Israel, Mossad, mengklaim telah menembus operasi di dalam Iran dan Lebanon.

Bahkan, kepala badan intelijen tersebut, David Barnea, mengatakan Mossad Israel telah memperoleh "intelijen berharga."

David Barnea telah memimpin Mossad sejak Juni 2021, dengan masa jabatannya akan berakhir pada Juni 2026.

Dalam pidato yang disampaikan pada Selasa (28/4/2026), David Barnea mengatakan Mossad telah mencapai keuntungan intelijen strategis dan taktis, termasuk akses ke apa yang ia gambarkan sebagai beberapa rahasia paling sensitif musuh.

Ia menambahkan, Mossad telah menunjukkan kemampuan operasional baru dan belum pernah terjadi sebelumnya di dalam negara-negara target.

Dilansir Al Arabiya, Barnea juga menyoroti apa yang disebutnya sebagai pergeseran pendekatan operasional Mossad, dengan mengatakan bahwa badan tersebut telah bertransformasi menjadi kekuatan yang lebih ofensif dan aktif selama masa perang.

Sebelumnya, kata Barnea, fokusnya adalah pada aktivitas rahasia di antara konflik.

Ia mengatakan, pergeseran ini tercermin dalam operasi yang menargetkan Iran dan Lebanon, dan didukung oleh pembentukan unit-unit baru dan kemampuan khusus dalam beberapa tahun terakhir, serta adopsi teknologi canggih dan inovasi di berbagai tingkatan pekerjaan.

Barnea menekankan pentingnya mempertahankan kemampuan operasional berbasis manusia untuk melaksanakan misi dan operasi khusus, menurut laporan media lokal.

Dalam beberapa bulan terakhir, Iran telah mengumumkan penangkapan dan eksekusi puluhan warganya yang dituduh berkolaborasi dengan Mossad.

Perkembangan ini menyusul apa yang digambarkan Israel sebagai penetrasi intelijen yang signifikan ke dalam Iran, yang menurut mereka memungkinkan pembunuhan puluhan pemimpin politik dan militer Iran sejak pecahnya perang pada 28 Februari 2026.

Baca juga: Trump Mengacuhkan Proposal Damai Iran, Apakah Perang Dingin Bakal Kembali Terjadi?

Di antara mereka yang disebutkan adalah mantan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei dan komandan Korps Garda Revolusi Islam Mohammad Bagheri, menurut laporan tersebut.

Klaim ini juga muncul setelah pembunuhan para pemimpin senior Hizbullah di Lebanon selama perang yang dimulai pada tahun 2024 setelah serangan 7 Oktober 2023 di Gaza.

Mereka yang tewas termasuk Sekretaris Jenderal Hizbullah Hassan Nasrallah, penggantinya Hashem Safieddine, dan komandan militer tinggi lainnya, khususnya di dalam Pasukan Radwan.

Hizbullah Disebut Masih Kuat

Ketika Israel dan Hizbullah menyepakati gencatan senjata pada November 2024, persepsi umum adalah bahwa kelompok pro-Iran Lebanon itu sudah tidak berdaya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved