Konflik Palestina Vs Israel
Trump Sebut Muak dengan Tingkah Hamas yang Bunuh Warga Gaza: Kami akan Bunuh Mereka!
Presiden AS, Donald Trump muak dengan tingkah Hamas yang terus menerus membunuh warga Gaza. Trump siap untuk kirim pasukan ke Gaza.
Ringkasan Berita:
- Presiden AS, Donald Trump mengungkapkan betapa muaknya ia terhadap tindakan Hamas baru-baru ini.
- Dalam sepekan, Hamas telah melakukan bentrokan senjata dengan anggota geng bersenjata.
- Bahkan Hamas melakukan eksekusi langsung tanpa pengadilan terhadap anggota-anggota geng tersebut.
- Akibatnya, Trump mengeluarkan ancaman akan mengirimkan pasukan untuk memberantas Hamas.
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump melontarkan ancaman keras terhadap kelompok militan Hamas.
Setelah gencatan senjata dengan Israel dimulai, Hamas melakukan bentrokan senjata dengan sejumlah klan anggota bersenjata di Gaza.
Muak dengan tingkah Hamas, Trump pun memperingatkan bahwa dirinya "tidak punya pilihan selain masuk dan menghabisi mereka" jika kelompok tersebut tidak menghentikan serangkaian eksekusi publik terhadap warga sipil di Jalur Gaza.
Ancaman tersebut disampaikan Trump melalui platform media sosialnya, Truth Social, setelah munculnya laporan mengenai eksekusi tanpa pengadilan yang dilakukan Hamas terhadap warga Palestina dari geng rival dan warga Gaza yang dituduh berkolaborasi dengan Israel.
"Jika Hamas terus membunuh orang-orang di Gaza, yang mana itu bukan bagian dari kesepakatan (gencatan senjata), kami tidak punya pilihan selain masuk dan membunuh mereka," tegas Trump, dikutip dari The Times of Israel.
Ancaman ini menjadi sinyal perubahan sikap Trump terhadap Hamas, yang awal minggu ini menyatakan bahwa dirinya mendukung tindakan kelompok tersebut.
"Mereka memang melumpuhkan beberapa geng yang sangat, sangat, sangat jahat," kata Trump pada Selasa (14/10/2025) lalu, dikutip dari Al Jazeera.
"Dan mereka (Hamas) memang melumpuhkan mereka (geng), dan mereka membunuh sejumlah anggota geng. Dan itu tidak terlalu mengganggu saya, sejujurnya. Tidak apa-apa," lanjutnya.
Setelah pertempuran pada hari Minggu, Kementerian Dalam Negeri di Gaza mengeluarkan amnesti umum bagi anggota geng yang tidak berpartisipasi dalam pertumpahan darah.
Pada bulan Juni, pejabat Israel mengakui mempersenjatai geng-geng Gaza, beberapa di antaranya memiliki hubungan dengan ISIL (ISIS), dalam upaya untuk mengacaukan Hamas.
Pada hari Minggu, orang-orang bersenjata dari geng Gaza yang terkait dengan Israel membunuh jurnalis Palestina terkemuka, Saleh Aljafarawi, menurut pasukan setempat.
Baca juga: Trump Yakin Bisa Melucuti Senjata Hamas, tapi Merahasiakan Caranya, Agresi Baru di Gaza?
Awal pekan ini, Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas mengecam Hamas atas tuduhan bahwa kelompok tersebut mengeksekusi orang-orang yang diduga kolaborator Israel, dan menyebut pembunuhan tersebut sebagai “kejahatan keji”.
"Apa yang terjadi merupakan sebuah kejahatan, pelanggaran hak asasi manusia yang nyata, dan serangan serius terhadap prinsip supremasi hukum," kata kantor Abbas dalam sebuah pernyataan.
Namun, geng-geng Gaza bukan satu-satunya isu yang membuat Trump mengancam Hamas.
Berdasarkan rencana gencatan senjata presiden AS, Hamas diharapkan melucuti senjata dan mengakhiri peran apa pun dalam pemerintahan Gaza.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/DONALD-TRUMP-ISRAEL-Tangkap-Layar-Truth-SocialrealDonaldTrump.jpg)