Selasa, 12 Mei 2026

Fergo Dipan Akui Menusuk Geraldy Albert yang juga WNI di Kota Ibaraki Jepang

Geraldy dinyatakan meninggal dunia setelah sempat dibawa ke rumah sakit terdekat dan diketahui alami luka tusuk di dada dan perut

Tayang:
Editor: Eko Sutriyanto
Richard Susilo
TKP PEMBUNUHAN - Apartemen Nagaoka di kota Ibaraki tempat lokasi kejadian keributan dan pembunuhan, Sabtu (19/10/2025). Polisi Jepang menetapkan warga negara Indonesia, Fergo Dipan (24), sebagai tersangka pembunuhan terhadap rekan sesama WNI, Geraldy Albert Budiman (27), di sebuah apartemen di Kota Ibaraki, Jepang 

Laporan koresponden Tribunnews.com di Jepang, Richard Susilo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Polisi Jepang menetapkan warga negara Indonesia, Fergo Dipan (24), sebagai tersangka pembunuhan terhadap rekan sesama WNI, Geraldy Albert Budiman (27), di sebuah apartemen di Kota Ibaraki, Jepang, Minggu (19/10/2025) pagi.

“Benar, saya yang melakukan penusukan itu,” ujar Fergo kepada penyidik kepolisian Jepang.

Menurut laporan kepolisian, insiden terjadi sekitar pukul 04.30 waktu setempat di kompleks apartemen Nagaoka, Kota Ibaraki.

Polisi menerima panggilan darurat 119 yang melaporkan adanya keributan dan seorang pria tertusuk.

Setiba di lokasi, petugas menemukan dua orang pria WNI dalam kondisi luka berat.

Baca juga: Polisi Selidiki Kasus Penusukan Driver Ojol di Kebayoran Baru

Salah satunya, Geraldy Albert Budiman, mengalami luka tusuk di dada dan perut.

Geraldy dinyatakan meninggal dunia setelah sempat dibawa ke rumah sakit terdekat.

Satu korban lainnya, pria berusia 20-an tahun, juga menderita luka serius di bagian perut kiri dan saat ini masih menjalani perawatan intensif.

“Tidak ada keraguan bahwa saya menikam tubuh bagian atas korban dengan pisau dapur,” kata Fergo kepada penyidik, seperti dikutip media setempat.

Motif Masih Diselidiki

Polisi menduga ketiganya—Fergo, Geraldy, dan satu korban lainnya—saling mengenal dan tinggal di apartemen yang sama.

Dugaan sementara, peristiwa berdarah itu dipicu oleh perselisihan internal di antara mereka.

“Polisi berencana untuk menahannya secara resmi setelah dakwaan dikonfirmasi,” ungkap sumber Tribunnews.com di kepolisian Jepang.

Hingga Minggu malam, aparat kepolisian Prefektur Ibaraki masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi di sekitar lokasi.

Peristiwa tragis ini terjadi di kawasan pemukiman sekitar 7 kilometer barat daya Stasiun Mito, dekat Rute Nasional No.6, dengan lingkungan sekitar berupa restoran dan pompa bensin.

Diskusi WNI di Jepang dilakukan kelompok Pencinta Jepang. Gabung gratis kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email tkyjepang@gmail.com

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved