Senin, 18 Mei 2026

Vaksin HPV Diluncurkan di Pakistan untuk Gadis Usia 9–14 Tahun, tapi Banyak yang Bilang Tidak Perlu

Pakistan meluncurkan kampanye vaksin human papillomavirus (HPV) nasional pertamanya pada September lalu, tetapi terkendala rumor dan sentimen negatif.

Tayang:
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Suci BangunDS
Tangkap layar YouTube UNICEF Pakistan
VAKSINASI HPV - Tangkap layar YouTube UNICEF Pakistan, memperlihatkan program vaksinasi HPV untuk para remaja di Pakistan pada bulan September 2025. Kampanye vaksinasi ini sempat terkendala rumor dan sentimen negatif. 

Ringkasan Berita:
  • Pakistan meluncurkan kampanye vaksin human papillomavirus (HPV) nasional pertamanya pada September lalu.
  • Namun, program ini terkendala akibat adanya rumor dan sentimen negatif.
  • Ada pula pendapat bahwa vaksin tidak perlu karena remaja tidak secara aktif melakukan kegiatan seksual.


TRIBUNNEWS.COM –
Pada September lalu, Pakistan meluncurkan kampanye vaksin human papillomavirus (HPV) nasional pertamanya.

Program ini menargetkan lebih dari 13 juta anak perempuan berusia 9–14 tahun untuk tahap awal imunisasi.

HPV merupakan penyebab paling umum kanker serviks, penyakit yang menewaskan delapan perempuan Pakistan setiap hari, menurut Dr. Dapeng Luo, Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Pakistan.

WHO sendiri menargetkan penghapusan kanker serviks secara global pada 2030.

Namun, peluncuran vaksin ini justru menghadapi penolakan luas di Pakistan, seiring merebaknya teori konspirasi dan ketidakpercayaan terhadap vaksinasi.

Berikut hal-hal yang perlu diketahui tentang HPV dan mengapa program vaksin ini menuai pro-kontra di Pakistan, seperti dilaporkan Al Jazeera.

1. Apa itu HPV dan apa saja gejalanya?

HPV adalah sekelompok virus umum yang dapat masuk ke tubuh melalui kontak kulit ke kulit, biasanya lewat luka atau abrasi.

Terdapat lebih dari 100 jenis HPV, dan sebagian besar menular melalui hubungan seksual.

Banyak orang yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala, sehingga infeksi sering kali tidak terdeteksi hingga bertahun-tahun kemudian dan berpotensi berkembang menjadi kanker.

Beberapa jenis HPV juga dapat menyebabkan kutil pada area genital atau bagian tubuh lain.

VAKSINASI HPV - Tangkap layar YouTube UNICEF Pakistan, memperlihatkan program vaksinasi HPV untuk para remaja di Pakistan pada bulan September 2025. Kampanye vaksinasi ini sempat terkendala rumor dan sentimen negatif.
VAKSINASI HPV - Tangkap layar YouTube UNICEF Pakistan, memperlihatkan program vaksinasi HPV untuk para remaja di Pakistan pada bulan September 2025. Kampanye vaksinasi ini sempat terkendala rumor dan sentimen negatif. (Tangkap layar YouTube UNICEF Pakistan)

2. Bagaimana HPV menyebabkan kanker serviks?

Menurut WHO, lebih dari 95 persen dari 660.000 kasus kanker serviks global setiap tahun disebabkan oleh HPV.

Di Pakistan sendiri, tercatat lebih dari 5.000 kasus baru setiap tahunnya.

Baca juga: Ribuan Perempuan Meninggal Akibat Kanker Serviks, Revaksinasi HPV Jadi Kunci

Beberapa jenis HPV dapat memicu berbagai jenis kanker, termasuk kanker serviks, vulva, dan vagina.

Kanker serviks biasanya berkembang 15–20 tahun setelah infeksi awal.

Meski sistem kekebalan tubuh umumnya dapat mengatasi sebagian besar infeksi HPV dalam dua tahun, beberapa jenis virus bisa bertahan lebih lama dan merusak pertumbuhan sel normal, memicu kondisi prakanker yang bisa berkembang menjadi kanker bila tak diobati.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved