Konflik Palestina Vs Israel
Ngamuk Dengar Israel Mau Caplok Tepi Barat Palestina, JD Vance: Ini Akal Bulus yang Bodoh!
Perasaan murka terhadap wacana tersebut pun terlihat dari pernyataan terbaru Wakil Presiden AS, JD Vance
Ringkasan Berita:
- Wakil Presiden AS JD Vance dmenyebut langkah aneksasi Tepi Barat Palestina adalah manuver “bodoh” dari Sirael
- Wacana Aneksasi diprakarsai Partai Zionisme Agama (Tkuma) yang dipimpin oleh Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich
- Netanyahu sebut pemungutan suara sebagai provokasi politik. Ia juga menegaskan partainya juga tak mendukung usulan tersebut
TRIBUNNEWS.COM - Hubungan Amerika Serikat dan Israel mendadak memanas setelah Parlemen Knesset mengusulkan rencana aneksasi Tepi Barat Palestina pada Kamis (23/10/2025)
Adapun rencana aneksasi ini muncul setelah rancangan undang-undang yang menerapkan hukum Israel di Tepi Barat memperoleh persetujuan awal dari anggota parlemen Israel pada Rabu (22/10/2025).
Langkah ini dinilai banyak pihak setara dengan aneksasi wilayah yang selama ini menjadi tuntutan utama pihak Palestina untuk menjamin negara merdeka mereka di masa depan,
Perasaan murka terhadap wacana tersebut pun terlihat dari pernyataan terbaru Wakil Presiden AS, JD Vance.
Dikutip dari Reuters, JD Vance bahkan menilai langkah yang diambil oleh anggota parlemen Israel untuk mengusulkan hal tersebut adalah suatu hal yang amat bodoh.
"Jika ini merupakan akal bulus politik, maka ini adalah akal bulus yang sangat bodoh, dan saya secara pribadi merasa tersinggung karenanya." ucap Vance kepada wartawan,
JD Vance menegaskan bahwa Presiden Donald Trump akan menentang keras rencana aneksasi Tepi Barat yang diduduki oleh Israel dan hal tersebut tidak akan terjadi.
"Tepi Barat tidak akan dianeksasi oleh Israel. Kebijakan Presiden Trump adalah Tepi Barat tidak akan dianeksasi. Ini akan selalu menjadi kebijakan kami," ujar Vance di akhir kunjungan dua hari ke Israel.
Selain AS, sejumlah negara lainnya juga ikut menentang wacana tersebut.
Adapun penentangan juga disampaikan Arab Saudi, Indonesia, Turki, dan 13 negara mayoritas Muslim lainnya.
Semua negera tersebut kompak mengutuk persetujuan awal rancangan undang-undang tersebut, begitu pula organisasi multilateral utama yang mewakili negara-negara Arab dan negara-negara Muslim.
AS Kawal Ketat Israel
Baca juga: AS Minta Israel Tahan Diri, Wanti-wanti Antek Netanyahu Hentikan Pencaplokan Tepi Barat
Seperti yang diketahui sebelumnya, JD Vance tengah melakukan kunjungan bersama sejumlah pejabat senior AS.
Adapun pernyataan keras Vance ini disampaikan setelah Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga mengungkapkan penentangan serupa.
Rubio yang juga ikut dalam rombongan pejabat AS di Israel ini memperingatkan bahwa langkah-langkah menuju aneksasi wilayah tersebut dapat membahayakan rencana Trump untuk mengakhiri perang di Gaza
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Wakil-Presiden-Amerika-Serikat-AS-JD-Vance-rwerwer.jpg)