Selasa, 5 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Berhasil Halau Gempuran Iran, 2 Kapal Perusak AS Lintasi Selat Hormuz dan Memasuki Teluk Persia

Setelah Iran memberi peringatan, kapal perusak AS dilaporkan melintasi Selat Hormuz dan memasuki Teluk Persia.

Tayang:

Ringkasan Berita:
  • Iran telah memperingatkan pasukan AS bahwa mereka akan diserang jika memasuki Selat Hormuz.
  • Kapal perusak AS dilaporkan melintasi Selat Hormuz dan memasuki Teluk Persia.
  • Kapal USS Truxtun dan USS Mason, yang didukung oleh helikopter Apache dan pesawat lainnya, menjadi sasaran serangkaian serangan terkoordinasi Iran.

TRIBUNNEWS.COM - Dua kapal perusak Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) dilaporkan melintasi Selat Hormuz dan memasuki Teluk Persia, setelah berhasil menghalau gempuran Iran yang melibatkan rudal, drone, dan kapal-kapal kecil.

Iran telah memperingatkan pasukan AS bahwa mereka akan diserang jika memasuki selat tersebut di tengah gencatan senjata yang rapuh antara kedua negara.

Kapal USS Truxtun dan USS Mason, yang didukung oleh helikopter Apache dan pesawat lainnya, menjadi sasaran serangkaian serangan terkoordinasi Iran selama pelayaran tersebut, lapor CBS News, mengutip pejabat pertahanan AS.

Meskipun serangannya sangat intens, dilaporkan tidak ada satu pun kapal yang terkena serangan, Senin (4/5/2026).

"Dua kapal komersial berbendera AS juga berhasil melintasi selat tersebut," kata Komando Pusat militer AS, yang merupakan bagian dari inisiatif bernama "Proyek Kebebasan," yang diumumkan Presiden AS Donald Trump.

Ketegangan Meningkat

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan pada Selasa (5/5/2026) pagi bahwa "tidak ada solusi militer untuk krisis politik."

Ia juga memperingatkan AS agar tidak meningkatkan ketegangan di Selat Hormuz, dengan menyebutkan "kemajuan" dalam perundingan perdamaian.

Ketegangan regional meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026, yang memicu pembalasan dari Teheran terhadap Israel serta sekutu AS di Teluk bersamaan dengan penutupan Selat Hormuz.

Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan, tetapi pembicaraan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan yang langgeng.

Gencatan senjata tersebut kemudian diperpanjang oleh Trump tanpa batas waktu yang ditentukan.

Sejak 13 April, Amerika Serikat telah memberlakukan blokade angkatan laut yang menargetkan lalu lintas maritim Iran di Selat Hormuz.

Baca juga: Rangkuman Berita Perang Timur Tengah Pagi Ini: UEA Tembak 15 Rudal Iran

UEA Tuduh Iran Lakukan Serangan

Uni Emirat Arab (UEA), sekutu utama AS, menuduh Iran menyerang negara itu dengan rentetan rudal dan drone, membakar kilang minyak di emirat Fujairah bagian timur dan melukai tiga warga negara India.

Serangan pada Senin (4/5/2026) menandai serangan pertama terhadap UEA sejak Iran dan Amerika Serikat menyepakati gencatan senjata pada 8 April 2026.

Hal itu terjadi setelah Presiden AS Donald Trump meluncurkan upaya baru untuk mengawal kapal tanker yang terdampar melalui Selat Hormuz, jalur pasokan energi vital yang sebagian besar telah ditutup sejak perang AS-Israel melawan Iran dimulai pada 28 Februari 2026.

Dilansir Al Jazeera, komando militer terpadu Iran telah memperingatkan kapal-kapal dagang agar tidak menerima tawaran AS dan mengatakan bahwa pasukan Amerika "akan diserang jika mereka berniat mendekati dan memasuki Selat Hormuz".

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved