Konflik Rusia Vs Ukraina
Putin Balas Ancaman Trump, Tegaskan: Tak Ada Sanksi yang Bisa Jatuhkan Rusia
Putin kecam sanksi Trump terhadap raksasa minyak Rusia. Ia tegaskan tak ada tekanan yang bisa menundukkan dan menjatuhkan Moskow
Ringkasan Berita:
- Presiden Vladimir Putin menolak sanksi baru AS terhadap perusahaan energi Rusia dan menegaskan bahwa tidak ada tekanan asing yang bisa menundukkan Rusia.
- Kebijakan Trump terhadap Rosneft dan Lukoil memicu gejolak pasar energi, membuat harga minyak Brent dan WTI melonjak lebih dari 5 persen, tertinggi sejak Juni 2025.
- Meski terbuka untuk diplomasi, Putin memperingatkan bahwa jika senjata Barat digunakan menyerang Rusia, tanggapan Moskow akan “sangat serius, bahkan menghancurkan"
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Rusia Vladimir Putin mengecam keras langkah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menjatuhkan sanksi terhadap Rosneft dan Lukoil.
Yakni dua perusahaan minyak yang jadi tulang punggung ekspor energi Rusia, memasok lebih dari 10 persen kebutuhan minyak dunia.
Gedung Putih menyebut kebijakan baru itu sebagai respons atas kurangnya komitmen Rusia dalam proses perdamaian untuk mengakhiri perang di Ukraina.
Namun Putin menyebut tindakan tersebut sebagai “tindakan tidak bersahabat”, Ia bahkan memperingatkan AS untuk bersiap menghadapi konsekuensi serius apabila terus mengusik stabilitas Rusia.
"Itu akan memiliki konsekuensi tertentu, tetapi tidak akan secara signifikan mempengaruhi kesejahteraan ekonomi kita," ucap Putin dalam pernyataannya.
Lebih lanjut, Putin menegaskan bahwa Rusia tidak akan tunduk pada tekanan dari AS maupun kekuatan asing lainnya.
Ia menekankan bahwa Rusia sudah terbiasa menghadapi situasi sulit dan tidak akan menyerah terhadap upaya Barat untuk melemahkan ekonominya.
“Rusia tidak akan menyerah terhadap tekanan eksternal. Kami telah melewati masa-masa sulit dan kami akan terus berdiri tegak,” ujarnya dengan nada tegas.
Sanksi Trump Picu Lonjakan Harga Minyak
Putin justru memperingatkan bahwa kebijakan semacam itu berisiko menciptakan gejolak besar di pasar energi dunia.
Menurutnya, sanksi terhadap sektor energi Rusia tidak hanya merugikan Moskow, tetapi juga akan berdampak pada harga minyak global dan menekan konsumen di berbagai negara.
Terbukti sejak pengumuman sanksi, harga minyak mentah Brent dan WTI melonjak hingga 5 persen.
Baca juga: Putin Tegaskan Rusia Tak akan Tunduk pada Tekanan AS meski Disanksi Trump, Peringatkan soal Rudal
Dengan rincian minyak mentah Brent naik 5,2 persen ke posisi 93,84 dolar AS per barel.
Sementara West Texas Intermediate (WTI) melonjak 5,5 persen menjadi 90,12 dolar AS per barel, mencatatkan lonjakan harian tertinggi sejak pertengahan Juni 2025.
Beberapa analis bahkan memperkirakan harga minyak bisa terus naik hingga menyentuh 100 per barel jika Washington terus memberlakukan kebijakan yang memicu kepanikan di pasar energi.
“Pasar minyak kini berada dalam situasi yang sangat rapuh. Setiap gangguan baru, baik dari Rusia maupun Timur Tengah, bisa mendorong harga ke level psikologis US$100,” kata Craig Erlam, analis perusahaan perdagangan valas, OANDA.
Putin Tegaskan Dialog Lebih Baik dari Perang
Meskipun melontarkan kritik keras, Putin menegaskan bahwa Rusia tetap terbuka untuk dialog.
Dalam pernyataannya di hadapan wartawan di Moskow, Kamis (23/10/2025), Putin mengatakan bahwa “dialog selalu lebih baik daripada perang”.
Menandakan Rusia tidak menutup kemungkinan untuk mencari solusi diplomatik atas ketegangan yang terjadi.
Putin menilai bahwa sanksi dan tekanan militer hanya akan memperburuk situasi global. Ia menegaskan bahwa Rusia tidak mencari perang, tetapi siap menghadapi segala bentuk ancaman terhadap kedaulatannya.
“Kami tidak ingin konflik. Kami ingin kestabilan dan keamanan, tapi jika negara kami diserang, kami akan membela diri tanpa ragu,” ujarnya.
Namun, dibalik seruan damainya, Putin juga memperingatkan negara-negara Barat.
Ia menegaskan bahwa Moskow tidak akan tinggal diam jika senjata jarak jauh yang dikirim oleh Amerika Serikat dan sekutunya digunakan untuk menyerang wilayah Rusia.
“Jika senjata yang dipasok Barat digunakan melawan kami, maka tanggapan Rusia akan sangat serius, bahkan mungkin menghancurkan,” ujar Putin dengan nada tegas.
(Tribunnews.com / Namira)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Presiden-Rusia-Vladimir-Putin-45rweireiur98u39.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.