Komunitas Uighur Sebut Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi sebagai Simbol Harapan
Terpilihnya Sanae Takaichi sebagai Perdana Menteri Jepang menandai titik balik politik Negeri Sakura dan memunculkan harapan baru bagi Asia.
Hubungan personal dan intelektual juga terjalin antara pemimpin Uighur Muhammad Amin Bughra dan diplomat Jepang Kitada Masamoto.
“Pertemuan-pertemuan awal itu bukan sekadar diplomasi, tapi bentuk penghormatan antara dua bangsa yang memahami nilai kemerdekaan dan martabat,” tulis Hoshur.
Ia menutup dengan keyakinan bahwa di bawah kepemimpinan Takaichi, Jepang dapat memperkuat solidaritas moral dan politik dengan rakyat Uighur, sekaligus memainkan peran penting dalam memobilisasi negara-negara demokratis untuk melawan genosida dan mempertahankan nilai-nilai kebebasan serta keadilan.
“Semoga persahabatan ini semakin erat di babak baru sejarah Jepang. Salam hangat dan selamat kepada Perdana Menteri Sanae Takaichi,” ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Sanae-Takaichi1111111.jpg)