Sabtu, 9 Mei 2026

Konflik Palestina Vs Israel

Hamas: Israel Sabotase Kesepakatan Gencatan Senjata di Gaza

Hamas mengatakan Israel menyabotase rencana perdamaian Presiden AS Donald Trump di Jalur Gaza setelah meluncurkan serangan mematikan.

Tayang: | Diperbarui:
Telegram Brigade Al-Qassam
ANGGOTA BRIGADE AL-QASSAM - Foto ini diambil pada Jumat (15/3/2025) dari publikasi resmi Brigade Al-Qassam (sayap militer Hamas) memperlihatkan anggota Brigade Al-Qassam berpatroli dengan kendaraan dan senjatanya selama pertukaran tahanan gelombang ke-6 pada Sabtu (15/2/2025). -- Pada 29 Oktober 2025, Hamas menuduh Israel berupaya menyabotase kesepakatan gencatan senjata di Gaza. 

Ringkasan Berita:
  • Hamas menuduh Israel berupaya menggagalkan perjanjian berdasarkan proposal Trump.
  • Qatar menekan Hamas untuk mengakui pentingnya pelucutan senjata.
  • Netanyahu mengatakan Israel dan AS bekerja untuk melucuti senjata faksi-faksi Palestina.

TRIBUNNEWS.COM - Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) menuduh Israel berupaya untuk menyabotase rencana perdamaian yang diusulkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Jalur Gaza.

Hamas menyebut Israel bertanggung jawab penuh atas serangan berbahaya yang terjadi di Jalur Gaza.

Israel meluncurkan rentetan serangan mematikan yang menewaskan lebih dari 100 orang sejak gencatan senjata berlaku pada 10 Oktober lalu.

Hamas menganggap serangan tersebut sebagai upaya Israel untuk menggagalkan perjanjian gencatan senjata.

"Perlawanan, dengan semua faksi yang telah mematuhi perjanjian dan masih mematuhinya, tidak akan membiarkan musuh memaksakan realitas baru di bawah tembakan," kata Hamas dalam pernyataannya, Rabu (29/10/2025).

Hamas mengimbau para mediator dan negara penjamin untuk mewujudkan tanggung jawab mereka dan menekan Israel agar menghentikan pembantaian di Jalur Gaza serta mematuhi perjanjian.

"Eskalasi berbahaya terhadap rakyat kami di Gaza menunjukkan niat Israel untuk melemahkan perjanjian gencatan senjata dan memaksakan persamaan baru dengan kekerasan," tambahnya.

Hamas menyebut posisi AS sangat bias karena mendukung Israel yang melanjutkan agresinya.

Israel meluncurkan serangan di sejumlah wilayah di Jalur Gaza dengan dalih membalas Hamas yang dituduh melanggar perjanjian.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Selasa (28/10/2025) menggelar rapat dengan petinggi militernya, yang akhirnya sepakat untuk menyerang Jalur Gaza.

Netanyahu menuduh Hamas melanggar perjanjian karena tidak segera menyerahkan seluruh jenazah tawanan yang masih ada di Jalur Gaza.

Baca juga: Gencatan Senjata Israel-Hamas Hancur, Netanyahu Luncurkan Serangan Udara Besar-besaran ke Jalur Gaza

Pada hari Rabu, Israel mengumumkan kembali berlakunya gencatan senjata di Jalur Gaza setelah mereka meluncurkan serangan yang diklaim menargetkan 30 pimpinan faksi Palestina.

Militer Israel mengatakan mereka akan menanggapi setiap pelanggaran.

Hamas mengembalikan 16 jenazah dari 28 jenazah tawanan yang tersisa, namun Israel mengonfirmasi satu jenazah bukan milik tawanannya.

Israel menuduh Hamas sengaja memperlambat penyerahan jenazah-jenazah tersebut untuk mengulur diskusi tahap kedua, sementara Hamas mengatakan mereka kesulitan mengevakuasi jenazah dari reruntuhan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved