Sabtu, 23 Mei 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Zelenskyy: Separuh Serangan Udara Rusia Terpusat di Pokrovsk

Presiden Ukraina mengatakan hampir 50 persen serangan Rusia terpusat di Pokrovsk ketika Moskow mengklaim telah mengepung wilayah itu.

Tayang:
Facebook Zelensky
PRESIDEN UKRAINA ZELENSKY - Gambar diambil dari Facebook Presiden Ukraina pada Senin (8/9/2025), memperlihatkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berbicara dalam pertemuan "Coalition of the Willings" di Paris, Prancis, pada 4 September 2025. -- Pada 3 November 2025, Zelenskyy mengatakan separuh serangan Rusia dipusatkan di Pokrovsk. 

Ketegangan itu mencapai puncaknya pada Februari 2022, saat Presiden Vladimir Putin melancarkan invasi besar-besaran ke Ukraina dengan alasan menumpas kelompok neo-Nazi di Kyiv, melindungi warga keturunan Rusia di Donbas, serta mencegah Ukraina bergabung dengan NATO, yang dianggap mengancam keamanan Rusia.

Di sisi lain, Ukraina mendapat dukungan luas dari Amerika Serikat dan negara-negara NATO, baik dalam bentuk senjata maupun bantuan militer, untuk menghadapi agresi Rusia.

Berikut ini adalah perkembangan terbaru konflik Rusia–Ukraina.

  • Prajurit Ukraina Tewas Terkena Rudal Rusia Saat Akan Terima Penghargaan

Prajurit Ukraina berusia 43 tahun, Volodymyr Sviatnenko, tewas akibat serangan Rusia di wilayah Dnipropetrovsk pada 1 November. 

Ia dilaporkan meninggal saat menghadiri upacara pemberian penghargaan di lapangan terbuka, yang kemudian diserang rudal balistik Rusia.

Korps Marinir ke-30 Angkatan Laut Ukraina mengonfirmasi insiden tersebut dan menyatakan bahwa serangan terjadi di permukiman tanpa fasilitas militer. 

Komando korps telah memulai penyelidikan internal, dan beberapa pejabat telah dicopot sementara dari jabatan mereka.

Kejaksaan Khusus Dnipropetrovsk juga membuka penyelidikan atas dugaan kelalaian militer dalam mengatur pertemuan prajurit di area berisiko. 

Serangan itu menewaskan serta melukai personel militer dan warga sipil, dengan dugaan penggunaan dua rudal balistik dan tiga drone kamikaze oleh Rusia, lapor Suspilne.

  • Ukraina Siapkan Kontrak Baru bagi Prajurit dengan Jaminan dan Gaji Lebih Baik

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan pemerintah Ukraina sedang menyiapkan sistem kontrak baru bagi prajurit berpengalaman agar mereka dapat terus bertugas secara sukarela setelah masa mobilisasi. 

Kontrak ini akan memiliki durasi fleksibel antara satu hingga lima tahun dengan jaminan persyaratan layanan yang jelas.

Zelenskyy menegaskan bahwa pemerintah ingin mempertahankan personel militer setelah perang berakhir dan sedang menyiapkan skema pendanaan yang adil untuk sistem ini. 

Menteri Pertahanan Denys Shmyhal menambahkan bahwa kontrak baru akan mencakup kenaikan gaji bulanan, bonus penandatanganan, dan peningkatan fasilitas sosial. 

Selain itu, bagi kontrak 2–5 tahun, akan diberikan penundaan mobilisasi selama satu tahun setelah masa kontrak berakhir, lapor Suspilne.

  • Ukraina Targetkan Produksi 800 Drone Pencegat per Hari Akhir November

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengumumkan bahwa pada akhir November 2025, Ukraina menargetkan produksi 600–800 drone pencegat per hari. 

Sesuai Minatmu
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved