Konflik Rusia Vs Ukraina
Zelenskyy: Separuh Serangan Udara Rusia Terpusat di Pokrovsk
Presiden Ukraina mengatakan hampir 50 persen serangan Rusia terpusat di Pokrovsk ketika Moskow mengklaim telah mengepung wilayah itu.
Ia menyebut target ini sebagai bagian dari upaya memperkuat pertahanan udara negara di tengah serangan Rusia.
Zelenskyy menegaskan bahwa meski ada kendala pasokan komponen, semua perusahaan yang memproduksi senjata jarak jauh masih beroperasi.
Ia juga menyoroti bahwa drone kamikaze Shahed kini menjadi ancaman lebih serius dibanding rudal balistik, sehingga Ukraina terus meningkatkan produksi dan penggunaan drone pencegat, termasuk model yang memiliki sistem pelacakan otomatis (homing).
-
Trump: AS Belum Pertimbangkan Kirim Rudal Tomahawk ke Ukraina
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan ia belum benar-benar mempertimbangkan untuk mengirimkan rudal jelajah jarak jauh Tomahawk ke Ukraina, meski laporan CNN menyebut Pentagon telah menyetujui opsi tersebut.
Trump menegaskan belum siap mengambil langkah itu dan menilai pengiriman senjata tidak akan menyelesaikan perang.
"Tidak, tidak juga. Bisa saja terjadi, bisa saja berubah, tapi saat ini, saya belum siap," kata Trump.
Ia juga menyarankan agar Rusia dan Ukraina “dibiarkan berjuang hingga siap berdamai,” seraya menolak menetapkan batas waktu untuk mengakhiri perang.
Sementara itu, Rusia memperingatkan bahwa pengiriman rudal Tomahawk akan merusak hubungan bilateral dan tidak akan mengubah situasi di medan perang.
"Sebagaimana situasi saat ini dan tahun-tahun sebelumnya telah menunjukkan, jelas bahwa militerisasi dan pengiriman senjata – terutama kepada rezim teroris – tidak akan menghasilkan penyelesaian. Lebih lanjut, tindakan tersebut akan bertentangan dengan janji kampanye yang dibuat oleh pemerintahan AS saat ini," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova mengomentari laporan tersebut.
Trump sebelumnya berjanji menengahi perdamaian antara Kyiv dan Moskow, namun hingga kini upaya negosiasi tersebut belum menunjukkan hasil nyata, lapor Russia Today.
-
Italia Siapkan Paket Bantuan Militer ke-12 untuk Ukraina
Menteri Pertahanan Italia Guido Crosetto mengonfirmasi bahwa pemerintah sedang menyiapkan paket bantuan militer ke-12 untuk Ukraina sejak invasi Rusia dimulai pada 2022.
Ia menegaskan bahwa posisi Italia tetap mendukung Ukraina dan bantuan baru akan disusun tanpa melemahkan pertahanan nasional.
Sejak awal perang, Italia telah mengirim 11 paket bantuan dengan nilai total sekitar 2,5–3 miliar Euro, termasuk dua baterai pertahanan udara SAMP/T.
Paket ke-12 ini diperkirakan akan siap pada akhir 2025. Italia juga menyatakan kesiapannya bergabung dengan inisiatif NATO Daftar Persyaratan Ukraina yang Diprioritaskan (PURL) untuk pengadaan senjata seperti rudal Patriot dengan dana Eropa.
-
Ukraina Terima Sistem Pertahanan Udara Patriot Tambahan dari Jerman
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengumumkan bahwa Kiev telah menerima tambahan sistem pertahanan udara Patriot buatan AS yang dikirim oleh Jerman.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/PRESlDEN-UKRAlNA-ZEL3NSKY-44.jpg)