Putusan Final: Jair Bolsonaro Wajib Jalani Hukuman 27 Tahun Penjara
MA Brasil memerintahkan Jair Bolsonaro mulai menjalani hukuman 27 tahun atas upaya kudeta usai kalah dalam Pilpres 2022.
Penyidik federal menemukan bukti bahwa beberapa anggota lingkaran dekatnya merancang pembunuhan terhadap Lula dan wakilnya, serta rencana penangkapan dan eksekusi terhadap Hakim Moraes.
Konspirasi ini gagal karena tidak mendapatkan dukungan dari pimpinan militer.
Lula tetap dilantik pada 1 Januari 2023 tanpa insiden, namun tujuh hari kemudian ribuan pendukung Bolsonaro menyerbu gedung-gedung pemerintah di Brasília.
Sekitar 1.500 orang akhirnya ditangkap.
Para hakim menilai Bolsonaro menghasut kerusuhan tersebut sebagai upaya terakhir untuk memicu intervensi militer dan membatalkan hasil pemilu.
Larangan Politik dan Hukuman bagi Sekutu
Selain hukuman penjara, Bolsonaro juga dilarang mencalonkan diri dalam jabatan publik hingga tahun 2060 — delapan tahun setelah masa hukumannya berakhir.
Hakim Moraes turut memerintahkan sekutu dekat Bolsonaro yang terbukti ikut dalam konspirasi untuk mulai menjalani hukuman.
Di antaranya Jenderal Augusto Heleno, mantan menteri keamanan institusional, serta Jenderal Paulo Sérgio Nogueira de Oliveira, mantan menteri pertahanan.
Baca juga: Putra Jair Bolsonaro Didakwa Jaksa Agung Brasil dalam Kasus Kudeta Sang Ayah
Tekanan Internasional
Dalam perkembangan lain, Al Jazeera melaporkan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump sempat memberi tekanan kepada pemerintah Brasil agar membatalkan kasus tersebut, termasuk menetapkan tarif 50 persen pada sebagian ekspor Brasil.
Trump menyebut kasus Bolsonaro sebagai tindakan bermotif politik.
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/jail-jair-bolsonaro.jpg)