Selasa, 12 Mei 2026

4 Tersangka Baru Ditangkap Terkait Perampokan Permata Rp1,7 Triliun di Museum Louvre

Prancis menangkap empat tersangka baru terkait perampokan permata senilai 1,7 triliun Rupiah di Louvre, barang rampasan belum ditemukan.

Tayang:
AFP/PHILIPPE LOPEZ
MUSEUM LOUVRE. Pengunjung mengantri di pintu masuk utama Piramida (Museum Louvre) di Paris, Rabu (4/03/2020). Terbaru, Prancis kembali menangkap empat tersangka terkait perampokan perhiasan kerajaan senilai lebih dari 88 juta Euro atau sekitar 1,7 triliun Rupiah dari Museum Louvre di Paris pada 19 Oktober lalu. (Foto arsip 2020/AFP/Philippe LOPEZ) 

Ringkasan Berita:
  • Prancis menangkap empat tersangka baru terkait pencurian perhiasan kerajaan senilai €88 juta Rp1,7 triliun dari Museum Louvre.
  • Dua pria dan dua perempuan ditahan di wilayah Paris, salah satu tersangka diduga anggota terakhir geng perampok.
  • Aksi perampokan yang berlangsung tujuh menit itu menyasar permata mahkota Prancis, yang hingga kini belum ditemukan.

TRIBUNNEWS.COM - Pihak berwenang Prancis kembali menangkap empat tersangka terkait perampokan perhiasan kerajaan senilai lebih dari 88 juta Euro atau sekitar 1,7 triliun Rupiah dari Museum Louvre di Paris pada 19 Oktober lalu.

Jaksa Paris Laure Beccuau mengatakan dua pria berusia 38 dan 39 tahun serta dua perempuan berusia 31 dan 40 tahun ditahan di wilayah Paris sebagai bagian dari penyelidikan yang masih berlangsung, Al Jazeera melaporkan.

Media Prancis menyebut salah satu dari mereka diduga menjadi anggota terakhir dari geng beranggotakan empat orang yang membobol museum seni paling banyak dikunjungi di dunia itu.

Le Parisien, mengutip sumber kepolisian, memberitakan bahwa tersangka ditahan oleh regu anti-geng dan menghadapi tuduhan pencurian terorganisir serta konspirasi kriminal, Guardian melaporkan.

Perampokan tersebut dilakukan dengan operasi cepat kurang dari tujuh menit.

Para pencuri memarkir truk curian di luar museum, menggunakan lift barang dan tangga lipat untuk mencapai jendela Galeri Apollo, kemudian memecahkan etalase berisi permata mahkota Prancis.

Mereka melarikan diri dengan dua skuter yang dikendarai kaki tangan mereka.

Barang yang dicuri termasuk kalung zamrud dan berlian pemberian Napoleon Bonaparte kepada Permaisuri Marie-Louise serta tiara bertatahkan hampir 2.000 berlian.

Hingga kini, delapan barang berharga itu belum ditemukan.

Penyelidikan sebelumnya telah menyeret delapan tersangka lain, termasuk pasangan yang ditangkap setelah DNA mereka ditemukan di keranjang lift dan perlengkapan yang dipakai dalam aksi tersebut.

Auditor negara Prancis menyebut pencurian ini sebagai “peringatan keras” atas lemahnya sistem keamanan Louvre, menilai ada “penilaian risiko yang rendah secara kronis” terhadap potensi intrusi dan pencurian.

Baca juga: 2 Pria Akui Curi Perhiasan di Museum Louvre, Jaksa Paris Siapkan Dakwaan Pencurian dan Konspirasi

Manajemen museum menyatakan menerima sebagian besar temuan tersebut dan berjanji meningkatkan jumlah polisi serta kamera keamanan.

Aksi Perampokan 7 Menit Museum Louvre

Pencurian berani di siang hari bolong yang berlangsung hanya tujuh menit itu menjadi sorotan internasional dan kembali memunculkan pertanyaan soal standar keamanan di institusi budaya besar Prancis.

Para perampok mengancam penjaga menggunakan gerinda sudut.

Salah satu barang, mahkota Ratu Eugénie, rusak selama aksi tersebut.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved