Bergelantungan di Kabel Listrik, Warga Selamatkan Diri dari Banjir Besar di Thailand, 13 Orang Tewas
Banjir besar melanda Thailand selatan tepatnya di distrik Hat Yai, provinsi Songkhla.
Ringkasan Berita:
- Banjir besar melanda Thailand selatan tepatnya di distrik Hat Yai, provinsi Songkhla
- Diperkirakan 2,1 juta orang terkena dampaknya, 13.000 orang mengungsi ke tempat pengungsian
- Luasnya cakupan wilayah yang terkena banjir mengakibatkan upaya penyelamatan terkendala
TRIBUNNEWS.COM, THAILAND - Banjir besar melanda Thailand selatan tepatnya di distrik Hat Yai, provinsi Songkhla.
Banjir terjadi dalam dalam tiga hari terakhir menyebabkan kota itu lumpuh total.
Data sementara 13 orang meninggal dunia.
Diperkirakan 2,1 juta orang terkena dampaknya, 13.000 orang mengungsi ke tempat pengungsian.
Warga putus asa tak ada bantuan
Luasnya cakupan wilayah yang terkena banjir mengakibatkan upaya penyelamatan terkendala.
Putus asa, warga Thailand melakukan tindakan ekstrem.
Beberapa dari mereka bahkan terlihat bergelantungan di kabel listrik yang menggantung di udara untuk menyelamatkan diri dari derasnya banjir.
Selain berjalan di atas kabel yang disebutkan sebelumnya, banjir yang naik dengan cepat juga menyebabkan pelarian yang dramatis.
Sebuah keluarga beranggotakan lima orang, termasuk seorang wanita tua, tidak punya pilihan selain memecahkan atap rumah untuk menyelamatkan diri.
Setelah melarikan diri ke atap, mereka melambaikan selembar kain dan meminta bantuan hingga petugas penyelamat di atas perahu menemukan mereka.
Seluruh proses penyelamatan di atap direkam oleh Thai PBS menggunakan drone.
Sementara reporter stasiun tersebut sedang meninjau situasi banjir di persimpangan Klong Hoi Khong.
Momen paling menegangkan adalah ketika seorang penyelamat tak sengaja terpeleset dan jatuh ke banjir, tetapi ia berhasil berenang dan kembali ke permukaan untuk menyelesaikan tugasnya. Kelima anggota keluarga itu berhasil diselamatkan.
Situasi serupa terjadi di wilayah Thoongsao, di mana sekelompok warga lanjut usia ditemukan berpegangan pada atap rumah mereka.
Mereka juga terpaksa merobohkan atap rumah tersebut untuk membuat jalur evakuasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/yawa-mereka-dengan-berpeganv.jpg)