Konflik Rusia Vs Ukraina
Utusan AS dan Putin Bertemu Hari Ini Bahas Ukraina, Pakar: Perdamaian Tak Akan Tercapai
Utusan AS Steve Witkoff akan bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, Selasa (2/12/2025) hari ini untuk membahas perdamaian di Ukraina.
Pertemuan ini menjadi bagian dari gelombang diplomasi baru setelah proposal awal 28 poin bocor, yang memicu dorongan untuk negosiasi perdamaian yang lebih konkret antara kedua belah pihak.
Pakar: Perdamaian Tak Akan Tercapai
Para analis dan pakar politik internasional menegaskan bahwa rencana perdamaian yang diajukan kubu Trump tidak memiliki daya ungkit yang cukup untuk mengubah sikap maksimalis Moskow dan Kyiv.
Meskipun diplomasi telah dilakukan selama berminggu-minggu, sinyal yang muncul menjelang pertemuan Witkoff di Moskow menunjukkan kondisi yang suram.
Mengutip Kyiv Independent, proposal perdamaian 28 poin yang diajukan AS sempat menimbulkan keterkejutan dan kekhawatiran di Kyiv.
Menurut laporan, proposal awal tersebut sangat mirip dengan dokumen yang pernah diajukan Rusia pada Oktober 2025.
Poin-poin kunci dalam proposal, seperti pengakuan kontrol Rusia atas Krimea dan Donbas, pembatasan militer Ukraina, dan penghentian ambisi Kyiv untuk bergabung dengan NATO, secara jelas merefleksikan tuntutan jangka panjang Kremlin.
Oleksiy Melnyk, Direktur Program Hubungan Luar Negeri dan Keamanan Internasional di Razumkov Center, Kyiv, bahkan berpendapat bahwa proposal itu "terlihat seperti dirancang untuk membantu kapitulasi Ukraina".
Persoalan utama yang menjadi penghalang adalah benturan langsung antara tuntutan kedua belah pihak yang tidak dapat dinegosiasikan.
Di satu sisi, Putin telah menegaskan bahwa gencatan senjata hanya akan terjadi jika Ukraina menarik pasukannya dari wilayah yang diduduki Rusia — sebuah tuntutan yang tidak dapat diterima oleh Kyiv.
Baca juga: Korban Tewas Tentara Rusia Terverifikasi 152 Ribu Personel, Moskow Bombardir kota Dnipro Ukraina
Moskow juga bertujuan untuk menganeksasi wilayah, memblokir jalur Ukraina menuju NATO, dan melemahkan kemampuan pertahanannya.
Di sisi lain, Kyiv berpegang teguh pada prinsipnya, yakni tidak ada pembatasan aliansi atau militer, dan tidak ada pengakuan atas pendudukan Rusia terhadap wilayah kedaulatan Ukraina.
"Sesuatu yang signifikan harus berubah di lapangan sehingga salah satu atau kedua belah pihak dapat menyimpulkan bahwa mereka hanya memiliki sedikit atau tidak ada keuntungan sama sekali jika melanjutkan perang," kata pakar politik internasional, Jenny Mathers.
Langkah besar selanjutnya dalam proses perdamaian Trump adalah pertemuan yang direncanakan antara Witkoff dan Putin.
Witkoff diharapkan menyampaikan versi kerangka perdamaian yang telah direvisi dan lebih dapat diterima oleh Ukraina.
Namun, ekspektasi untuk mencapai terobosan tetap sangat rendah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Vladimir-Putin-dan-Zelensky-OK.jpg)