Sabtu, 16 Mei 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

WHO Bunyikan Alarm Krisis Kesehatan Mental Ukraina, Makin Parah Akibat Perang

Terkini, WHO alarm krisis mental Ukraina memburuk saat perang Rusia-Ukraina kembali memanas dan perdamaian makin jauh.

Tayang:

Ringkasan Berita:
  • Perang Rusia-Ukraina memasuki hari ke-1.543 dengan eskalasi baru setelah serangan rudal Rusia di Kyiv menewaskan 24 orang, termasuk tiga anak-anak.
  • Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menegaskan akan membalas serangan tersebut dan Ukraina langsung menggempur kilang minyak Ryazan di Rusia.
  • Di tengah konflik yang terus memanas, WHO memperingatkan krisis kesehatan mental warga Ukraina semakin parah akibat perang berkepanjangan.

 

TRIBUNNEWS.COM - Konflik Rusia-Ukraina memasuki hari ke-1.543 pada Sabtu (16/5/2026) dengan ketegangan yang kembali meningkat di tengah belum pastinya kelanjutan negosiasi gencatan senjata antara Moskow dan Kyiv.

World Health Organization (WHO) memperingatkan kondisi kesehatan mental masyarakat Ukraina terus memburuk akibat perang yang berkepanjangan.

Perwakilan WHO di Ukraina, Jarno Habicht, mengungkapkan sekitar 71 persen warga mengalami gangguan kecemasan, stres, hingga kesulitan tidur.

Perang Rusia-Ukraina pecah sejak Februari 2022 ketika Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan invasi militer besar-besaran ke Ukraina.

Meski demikian, ketegangan kedua negara sebenarnya telah berlangsung sejak Rusia mencaplok Krimea pada 2014 serta konflik bersenjata di Donbas yang melibatkan kelompok separatis pro-Moskow.

Sampai sekarang, konflik belum menunjukkan tanda-tanda mereda karena Rusia dan Ukraina masih berseteru terkait wilayah pendudukan, keamanan kawasan, dan peran negara-negara Barat dalam perang tersebut.

Berikut perkembangan terbaru perang Rusia-Ukraina pada hari ke-1.543, Sabtu (16/5/2026):

Baca juga: Rusia-Ukraina Tukar Tawanan Perang, 205 Warga Ukraina Dibebaskan

Zelenskyy Murka, Ukraina Siapkan Balas Dendam

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy murka setelah serangan rudal Rusia menghantam apartemen di Kyiv dan menewaskan 24 orang, termasuk tiga anak-anak.

Zelenskyy datang langsung ke lokasi serangan dan meletakkan mawar merah di reruntuhan gedung.

“Ukraina tidak akan membiarkan serangan agresor yang merenggut nyawa rakyat kami lolos tanpa hukuman,” katanya.

Ia kemudian menggelar rapat dengan pejabat militer dan intelijen untuk membahas serangan balasan jarak jauh terhadap Rusia.

Dalam pidato malamnya, Zelenskyy memastikan operasi balasan telah disetujui.

Tak lama kemudian, Ukraina melancarkan serangan ke kilang minyak Ryazan di Rusia tengah hingga memicu kebakaran besar.

Ukraina Balas Rusia dengan Serangan Drone Besar

Ukraina melancarkan serangan drone jarak jauh ke sejumlah wilayah Rusia setelah Moskow menggempur Ukraina selama tiga hari berturut-turut menggunakan rudal dan drone.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved