Selasa, 19 Mei 2026

Imbas Ketegangan Cina-Jepang, Bandara Kansai Pangkas 34 Persen Penerbangan Tiongkok

Pengelola Bandara Kansai mengaku pemangkasan terjadi akibat imbauan Beijing kepada warganya agar tidak melakukan perjalanan ke Jepang.

Tayang:
Penulis: Bobby W
Editor: Sri Juliati
Richard Susilo
Suasana bagian dalam Kansai International Airport diambil 17 Februari 2025 khususnya bagian Duty Free di sana. 

Ringkasan Berita:
  • Bandara Internasional Kansai mengalami pengurangan 34 persen penerbangan dari dan menuju Tiongkok pada awal Desember 2025
  • Pengurangan jumlah penerbangan terjadi akibat imbauan Beijing agar warganya tidak bepergian ke Jepang
  • Meski demikian Presiden Kansai Airports, Yoshiyuki Yamaya, menyatakan institusinya pada tahun 2025 ini masih bisa mencatat laba operasional tertinggi sejak 2016

TRIBUNNEWS.COM - Dampak dari ketegangan diplomatik yang berlangsung antara Jepang dan Tiongkok mulai merembet ke berbagai sektor perekonomian bagi kedua negara,

Seperti yang diketahui sebelumnya, ketegangan antara kedua negara ini sendiri terjadi akibat komentar Perdana Menteri Sanae Takaichi yang mendapat kritik keras dari Tiongkok pada awal November.

Adapun pernyataan Sanae yang dipermasalahkan oleh Tiongkok adala kemungkinan respons Jepang terhadap situasi darurat di Taiwan. 

Ketegangan tersebut masih terus berlanjut hingga kini dan berimbas ke sejumlah sektor kedua negara.

Salah satu yang terdampak besar dari ketegangan ini adalah sektor penerbangan.

Hal ini bisa dirasakan bagi pengelola Bandara Internasional Kansai yang kini harus bersiap menghadapi penurunan signifikan jumlah penerbangan dari dan menuju ke Tiongkok pada musim dingin ini

Dikutip dari Asahi Shimbun, Presiden Kansai Airports, Yoshiyuki Yamaya, mengonfirmasi dampak negatif dari ketegangan antara kedua negara terhadap institusi yang dipimpinnya.

Dalam pernyataan yang dirilis pada Senin waktu setempat (1/12/2025) Yamaya mengaku bahwa jumlah penerbangan mingguan rute Tiongkok pada akhir tahun ini akan berkurang dari prakiraan awal.

Yamaya mengaku hal ini terjadi akibat imbauan Beijing kepada warganya agar tidak melakukan perjalanan ke Jepang.

Pengurangan tersebut dapat terlihat dari pemangkasan jumlah penerbangan yang semula berada di angka 525 rute menjadi 348 rute pada pekan kedua Desember.

Dengan demikian, Yamaya mencatat ada penurunan sebesar 34 persen akibat imbauan dari Beijing tersebut.

Baca juga: Anggaran Pertahanan Jepang 2025 Pecahkan Rekor Baru 8,7 Triliun Yen, Naik 9,4 Persen

Adapun angka tersebut mencakup seluruh penerbangan ke dan dari kota-kota di Tiongkok, terkecuali Hong Kong dan Makau.

Menurut Yamaya, rute Tiongkok merupakan penyumbang sepertiga dari total lalu lintas internasional Bandara Internasional Kansai selama ini.

Akibat penurunan ini, Yamaya mengaku Bandara Kansai mendapatkan dampak negatif yang cukup signifikan.

“Sejujurnya, kami tidak tahu apakah pengurangan akan berhenti pada tingkat ini atau akan semakin dalam,” buka Yamaya. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved