Sabtu, 25 April 2026

Top Rank

Daftar Negara yang Tidak Merayakan Natal pada Tanggal 25 Desember

Tidak semua negara merayakan Natal pada tanggal 25 Desember, karena perbedaan tradisi, kalender, dan kebijakan.

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Febri Prasetyo
Tribunnews/Jeprima
ILUSTRASI NATAL - Sejumlah warga bermain dengan latar belakang dekorasi khas Natal di Taman Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (25/12/2024). Tidak semua negara merayakan Natal pada tanggal 25 Desember, karena perbedaan tradisi, kalender, dan kebijakan. 

Ringkasan Berita:
  • Tidak semua negara merayakan Natal pada tanggal 25 Desember, karena perbedaan tradisi, kalender, dan kebijakan.
  • Rusia, misalnya, mengikuti kalender Julian sehingga Natal jatuh pada 7 Januari
  • Sementara Korea Utara melarang perayaan Natal sama sekali.


TRIBUNNEWS.COM - 
Tidak semua negara di dunia merayakan Natal pada tanggal 25 Desember.

Meski tanggal tersebut sudah menjadi standar internasional perayaan Natal, sejumlah negara memiliki tradisi, kalender, atau latar budaya yang berbeda.

Bahkan ada pula negara yang tidak merayakan Natal sama sekali.

Mengutip India.com, berikut daftar negara yang tidak menjadikan 25 Desember sebagai hari perayaan Natal, beserta alasannya.

Negara-Negara yang Merayakan Natal pada Tanggal Berbeda

1. Rusia – 7 Januari

Gereja Ortodoks Rusia mengikuti kalender Julian yang tertinggal 13 hari dari kalender Gregorian yang digunakan di sebagian besar dunia.

Karena itulah, hari Natal di Rusia dirayakan pada 7 Januari.

Perayaan Natal biasanya ditandai dengan puasa, kebaktian gereja, dan acara makan bersama keluarga.

2. Etiopia – 7 Januari

Dilansir expeditionsubsahara.com, Etiopia memiliki lebih dari 80 kelompok etnis dengan keberagaman budaya, bahasa, dan tradisi.

Natal di Etiopia disebut Ganna (atau Genna) dan merupakan tanggal penting dalam kalender Kristen Ortodoks Etiopia.

Sama seperti Rusia, Etiopia juga menggunakan kalender Julian, sehingga Ganna jatuh pada 7 Januari.

Ganna bukan hanya hari perayaan, tetapi juga musim refleksi spiritual.

Perayaan ini diawali dengan puasa 43 hari yang disebut Tsome Nebiyat atau Puasa Para Nabi.

Baca juga: 50 Kota Terbaik untuk Rayakan Natal: Kunjungi Kota Tua di Praha, Ada Festival Es dan Salju di Harbin

Selama masa ini, banyak warga Etiopia menjalani pola makan vegan dan tidak mengonsumsi produk hewani maupun alkohol.

3. Serbia – 7 Januari

Serbia merayakan Natal pada 7 Januari karena menggunakan kalender yang sama dengan Gereja Ortodoks lainnya.

Mengutip finalrentals.rs, Serbia memiliki tradisi Natal yang sangat kaya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved