Jumat, 10 April 2026

Malaysia Airlines Hilang Kontak

Pencarian Pesawat Malaysia Airlines MH370 Kembali Dilakukan, Libatkan Perusahaan Robot

Sempat terhenti, pencarian pesawat Malaysia Airlines MH370 kembali dilakukan pada akhir bulan ini dan melibatkan perusahaan robot.

|
HO
PENCARIAN KEMBALI DILAKUKAN - Pemerintah Malaysia kembali melanjutkan pencarian Malaysia Airlines Penerbangan MH370 yang telah hilang sejak 10 tahun lalu, tepatnya pada 8 Maret 2014. Dilaporkan bahwa pemerintah Malaysia melibatkan perusahaan robotika kelautan asal Amerika Serikat, Ocean Infinity untuk mencari keberadaan pesawat Malaysia Airlines MH370. 

Ringkasan Berita:
  • Pemerintah Malaysia kembali melakukan pencarian pesawat Malaysia Airlines MH370.
  • Kini, pemerintah Malaysia melibatkan perusahaan robotika kelautan asal Amerika Serikat, Ocean Infinity.
  • Operasi pencarian terbaru ini dijadwalkan akan dimulai secara intermiten pada akhir Desember 2025, dengan total durasi pencarian di laut selama 55 hari.

TRIBUNNEWS.COM - Setelah sempat terhenti, pencarian pesawat Malaysia Airlines MH370 kembali dilakukan.

Lebih dari satu dekade keberadaan pesawat Malaysia Airlines MH370 tak diketahui.

Pemerintah Malaysia kini kembali mencari keberadaan pesawat Malaysia Airlines MH370, dengan melibatkan perusahaan robotika kelautan asal Amerika Serikat, Ocean Infinity.

Pengumuman resmi dari Kementerian Transportasi Malaysia pada awal Desember 2025, mengonfirmasi kesepakatan "tidak ditemukan, tidak ada biaya" dengan Ocean Infinity telah disetujui.

Persetujuan ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah untuk memberikan kepastian kepada keluarga 239 penumpang dan kru yang hilang sejak 8 Maret 2014.

CNN melaporkan, operasi pencarian terbaru ini dijadwalkan akan dimulai secara intermiten pada akhir Desember 2025, dengan total durasi pencarian di laut selama 55 hari.

Ocean Infinity, yang berbasis di Texas, akan mengerahkan armada kendaraan bawah air otonom (AUV) yang telah ditingkatkan teknologinya sejak upaya pencarian terakhir pada tahun 2018.

Teknologi robotika kelautan ini memungkinkan pemindaian dasar laut yang lebih cepat dan beresolusi tinggi, dengan kemampuan operasi hingga kedalaman 6.000 meter.

Perusahaan tersebut meyakini peningkatan analisis data satelit dan puing-puing yang terdampar telah membantu mempersempit area pencarian ke lokasi yang paling mungkin di Samudra Hindia bagian selatan.

Area target pencarian yang baru ini diperkirakan seluas 15.000 kilometer persegi.

Berdasarkan perjanjian, Ocean Infinity hanya akan menerima bayaran sebesar 70 juta dolar AS atau sekitar Rp1,12 triliun jika bangkai pesawat MH370 berhasil ditemukan dan diverifikasi.

Baca juga: Pemerintah Malaysia Umumkan Pencarian MH370 Kembali Dilanjutkan Mulai Akhir Desember 2025

Disambut Baik Keluarga Korban

Keputusan melanjutkan pencarian ini disambut baik oleh keluarga korban.

Danica Weeks, yang suaminya merupakan salah satu penumpang, mengungkapkan rasa "sangat bersyukur dan lega bahwa Pemerintah Malaysia telah berkomitmen untuk melanjutkan pencarian".

"Kami tidak pernah berhenti berharap untuk mendapatkan jawaban, dan mengetahui pencarian akan dilanjutkan membawa rasa nyaman."

"Saya benar-benar berharap fase berikutnya ini memberikan kejelasan dan kedamaian yang kami dambakan," ujar Weeks, dikutip dari The Guardian.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved