Sabtu, 9 Mei 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Trump Kecewa Zelenskyy Belum Baca Proposal Perdamaian, Ukraina Akui Diskusi dengan AS Berjalan Sulit

Presiden AS Trump kecewa karena Presiden Ukraina tampak tak mendukung proposalnya, tapi Zelenskyy sebut diskusi Ukraina-AS berjalan baik.

Tayang:
Facebook Zelenskyy
ZELENSKY TEMUI TRUMP - Foto diambil dari Facebook Zelenskyy, Rabu (24/9/2025) memperlihatkan Presiden Ukraina Zelensky (kiri) berfoto bersama Presiden AS Donald Trump (kanan) setelah keduanya menghadiri pertemuan di PBB, New York pada Selasa (23/9/2025). Pada 7 Desember 2025, Trump kecewa dengan Zelenskyy yang dianggap tidak mendukung proposal yang diusulkan AS. 

Ringkasan Berita:
  • Presiden AS Trump kecewa karena Presiden Ukraina Zelenskyy dianggap tidak mendukung proposal perdamaian yang diajukan AS.
  • Zelenskyy sebut pembicaraan delegasi Ukraina dan AS di Miami berlangsung konstruktif meski sulit.
  • Perang Rusia–Ukraina kini memasuki hari ke-1.384.

 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kecewa dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy karena dianggap tidak mendukung rencana perdamaian yang diusulkan AS untuk mengakhiri perang dengan Rusia.

"Saya berbicara dengan Presiden Putin dan para pemimpin Ukraina, termasuk Zelensky, dan saya harus mengatakan saya sedikit kecewa karena Presiden Zelensky bahkan belum membaca proposal tersebut, padahal itu baru beberapa jam yang lalu," kata Trump kepada wartawan menanggapi pertanyaan dalam upacara penghargaan tahunan Kennedy Center, Minggu (7/12/2025).

Pembicaraan antara pejabat AS dan Ukraina, yang dihadiri Zelenskyy melalui telepon, berakhir pada hari Sabtu setelah berhari-hari berdiskusi tanpa kemajuan yang jelas, lapor Al Jazeera.

Berbeda dengan Trump, Zelenskyy mengatakan pembicaraan delegasi Ukraina dan AS di Miami berlangsung konstruktif meski sulit.

"Perwakilan Amerika mengetahui posisi dasar Ukraina," ujar Zelenskyy dalam pidato video malam harinya.

"Percakapannya konstruktif, meskipun tidak mudah," lanjutnya, dikutip dari Reuters.

Setelah mengatakan hal tersebut, Zelenskyy berjanji untuk mengadakan pembicaraan lebih lanjut guna mencapai "perdamaian sejati" dan mengakhiri perang Rusia-Ukraina.

Pembicaraan pejabat AS dan Ukraina pada hari Minggu terjadi setelah utusan AS Steven Witkoff dan Jared Kushner bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Kremlin, tempat Moskow menolak sebagian proposal perdamaian AS, pada 2 Desember lalu.

Rencana AS telah mengalami beberapa modifikasi sejak pertama kali diperkenalkan November lalu, di tengah kritik, terutama dari para pemimpin Eropa, bahwa rencana tersebut terlalu lunak terhadap Rusia, yang menginvasi Ukraina pada Februari 2022.

Update Perang Rusia dan Ukraina

Perang Rusia–Ukraina kini memasuki hari ke-1.384 pada Senin (8/12/2025), menandai berlanjutnya konflik panjang yang berawal dari invasi besar-besaran Rusia pada 24 Februari 2022.

Baca juga: Rusia Klaim Tembak Jatuh 77 Drone Ukraina Selama Akhir Pekan Ini

Perang Rusia–Ukraina yang pecah pada 2022 memiliki akar panjang sejak bubarnya Uni Soviet pada 1991. 

Setelah berdiri sebagai negara merdeka, Ukraina berada pada persimpangan geopolitik yaitu mempertahankan kedekatan historis dengan Rusia atau mempererat hubungan dengan negara-negara Barat.

Perbedaan orientasi politik, klaim wilayah, serta upaya memperkuat identitas nasional membuat hubungan kedua negara kian rapuh. 

Ketegangan memuncak pada 2014 melalui Revolusi Maidan, ketika gelombang protes besar menggulingkan presiden Ukraina yang dianggap terlalu pro-Moskow.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved