Pesan Ulang Tahun Permaisuri Masako: Dunia Butuh Empati, Bukan Senjata
Permaisuri Masako menegaskan dunia butuh empati, bukan senjata, dalam refleksi ulang tahunnya yang menyoroti perdamaian dan ingatan sejarah
Ringkasan Berita:
- Permaisuri Masako menyerukan pentingnya menjaga ingatan sejarah perang dan membangun perdamaian berkelanjutan.
- Ia prihatin atas konflik global dan menegaskan bahwa dunia membutuhkan empati, bukan kekerasan.
- Permaisuri juga mengapresiasi para penyintas, relawan, dan prestasi warga Jepang.
Laporan Wartawan Tribunnews.com dari Tokyo, Ricard Susilo
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Dalam pernyataan resmi bertepatan dengan hari ulang tahunnya ke-62 pada 9 Desember 2025, Yang Mulia Permaisuri Jepang, Masako, menyampaikan refleksi mendalam mengenai makna 80 tahun pascaperang.
Ia menegaskan pentingnya menjaga ingatan sejarah serta meneruskan pemahaman tentang penderitaan rakyat selama perang kepada generasi yang tidak lagi memiliki pengalaman langsung.
“Tahun ini menjadi pengingat penting bahwa kita harus menghargai perdamaian yang telah diwariskan dan terus menjaganya secara berkelanjutan,” ujar Permaisuri Masako.
Ia berharap masyarakat senantiasa belajar dari masa lalu dengan rendah hati, membangun sikap saling memahami, menerima perbedaan, dan menumbuhkan empati demi terciptanya masyarakat inklusif yang menjunjung dialog.
Permaisuri Masako juga menegaskan komitmennya untuk terus memperhatikan keluarga yang kehilangan anggota akibat perang dan mereka yang hidup dalam kesulitan.
Baca juga: Permaisuri Masako Berulang Tahun ke-61, Beri Pesan Menyentuh untuk Masyarakat Jepang
Ia menekankan pentingnya merawat arsip sejarah seperti foto, rekaman, dan dokumen agar memori kolektif tentang perang tidak pudar dan tetap dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
Ia mengungkapkan keprihatinan mendalam terhadap konflik global yang masih merenggut banyak korban, termasuk anak-anak, serta memaksa jutaan orang meninggalkan tanah kelahiran.
“Saya mendoakan agar dunia mampu menjauh dari kekerasan dan penyelesaian dengan kekuatan senjata. Dunia butuh empati, bukan senjata,” tegasnya.
Sepanjang tahun ini, Permaisuri mendampingi Kaisar Naruhito dalam berbagai kunjungan peringatan ke Iwo Jima, Hiroshima, Nagasaki, Okinawa, dan Balai Peringatan Tokyo untuk memberikan penghormatan kepada para korban perang.
Ia juga berterima kasih kepada para penyintas dan keluarga korban yang terus membagikan pengalaman mereka.
Selain pesan perdamaian, Permaisuri Masako menyampaikan apresiasi kepada relawan JICA yang memperingati 60 tahun kiprahnya, serta menyampaikan empati terhadap para korban bencana alam di Jepang dan negara lain.
Ia menekankan pentingnya pendidikan lintas generasi mengenai mitigasi bencana dan kesiapsiagaan nasional.
Permaisuri turut menyampaikan rasa bangga atas prestasi warga Jepang di panggung dunia, termasuk para peraih Nobel dan atlet seperti Shohei Ohtani.
Beliau juga memberi ucapan selamat atas tonggak penting keluarga kekaisaran, seperti perayaan kedewasaan Pangeran Hisahito dan tugas resmi pertama Putri Aiko ke luar negeri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/keluargakaisar111111.jpg)