Minggu, 10 Mei 2026

Wabah Hantavirus

Badan Kesehatan UE: Semua Penumpang di Kapal yang Terjangkit Hantavirus Dianggap Berisiko Tinggi

Semua penumpang kapal MV Hondius dianggap berisiko tinggi setelah wabah hantavirus terjadi di atas kapal.

Tayang:
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Endra Kurniawan

Ringkasan Berita:
  • Semua penumpang kapal MV Hondius dianggap berisiko tinggi setelah wabah hantavirus terjadi di atas kapal.
  • Delapan orang jatuh sakit dan tiga di antaranya meninggal dunia.
  • Penumpang tanpa gejala akan dipulangkan untuk menjalani karantina mandiri melalui transportasi khusus.

TRIBUNNEWS.COM - Semua penumpang yang berada di kapal pesiar yang dilanda wabah hantavirus MV Hondius, dianggap sebagai kontak berisiko tinggi sebagai langkah pencegahan, kata badan kesehatan masyarakat Eropa, dikutip dari Reuters.

Kapal tersebut saat ini sedang berlayar menuju lepas pantai Pulau Tenerife, Spanyol, dan diperkirakan akan berlabuh pada Minggu (10/5/2026).

Penumpang yang tidak menunjukkan gejala akan dipulangkan untuk menjalani karantina mandiri melalui transportasi khusus yang diatur oleh negara masing-masing, bukan menggunakan penerbangan komersial biasa, kata Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC) pada Sabtu (9/5/2026) dalam pernyataan saran ilmiah cepatnya.

Meski seluruh penumpang akan dianggap berisiko tinggi saat turun dari kapal, tidak semuanya akan tetap dikategorikan berisiko tinggi setelah kembali ke negara asal masing-masing, kata ECDC.

Badan tersebut juga mendesak agar penumpang yang menunjukkan gejala diprioritaskan untuk menjalani pemeriksaan medis dan pengujian setibanya di darat.

ECDC menambahkan, penumpang bergejala dapat diisolasi di Tenerife atau dievakuasi secara medis ke negara asal mereka, tergantung kondisi masing-masing.

Sejumlah negara kini bersiap mengevakuasi warga negaranya dari MV Hondius.

Sejauh ini, delapan orang jatuh sakit, termasuk tiga orang yang meninggal dunia, kata Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat.

Enam dari delapan orang tersebut dipastikan terinfeksi virus, sementara dua lainnya masih berstatus suspek, menurut WHO.

Hantavirus biasanya menyebar melalui hewan pengerat. Namun, dalam kasus yang jarang terjadi, virus ini juga dapat menular dari manusia ke manusia.

Meski demikian, otoritas kesehatan menilai risiko penyebaran virus tersebut masih rendah.

KEWASPADAAN - Kasus virus hanta yang dilaporkan di kapal pesiar internasional dan sejumlah negara menjadi perhatian, termasuk di Indonesia. Data kasus Kemenkes RI 2024-2026 ada 23 kasus positif, 3 Kematian, tersebar di 9 provinsi, 2 kasus suspek terbaru (DKI Jakarta dan DI Yogyakarta). TRIBUNNEWS/AKBAR PERMANA
KEWASPADAAN - Kasus virus hanta yang dilaporkan di kapal pesiar internasional dan sejumlah negara menjadi perhatian, termasuk di Indonesia. Data kasus Kemenkes RI 2024-2026 ada 23 kasus positif , 3 Kematian , tersebar di 9 provinsi , 2 kasus suspek terbaru (DKI Jakarta dan DI Yogyakarta). TRIBUNNEWS/AKBAR PERMANA (TRIBUNNEWS/Akbar Permana)

Kronologi wabah hantavirus di kapal pesiar dan kapan penumpang jatuh sakit

Mengutip Associated Press dan Fox News, berikut tanggal-tanggal penting pelayaran dimulai dan kapan penumpang mulai jatuh sakit.

  • 1 April

Kapal pesiar MV Hondius berangkat dari Ushuaia di ujung selatan Argentina.

Pelayaran tersebut dijadwalkan singgah di Antartika dan sejumlah pulau terpencil di Samudra Atlantik Selatan.

Baca juga: Profesor BRIN: Gejala Hantavirus di Asia dan Eropa Mirip Demam Berdarah

  • 6 April

Seorang pria Belanda berusia 70 tahun jatuh sakit di atas kapal dengan gejala demam, sakit kepala, dan diare ringan.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved