Minggu, 10 Mei 2026

Teknologi

China Luncurkan Kereta Barang Nirkabel Tanpa Kopling, Kapasitas Angkut 3 Menara Eiffel Sekaligus

Tiongkok uji coba kereta barang nirkabel tanpa kopling, mampu angkut 35.000 ton atau setara tiga setengah Menara Eiffel.

Tayang:
Tangkap layar YouTube CCTV
KERETA BARANG BARU. Tiongkok berhasil menguji konvoi kereta barang nirkabel tanpa kopling yang mampu membawa muatan hingga 35.000 ton pada hari Senin (8/12/2025) di Jalur Kereta Baoshen, Mongolia Dalam, Tiongkok Utara. 

Ringkasan Berita:
  • Tiongkok uji coba konvoi kereta barang nirkabel tanpa kopling, bawa muatan 35.000 ton atau tiga setengah Menara Eiffel di Jalur Baoshen, Mongolia Dalam (8/12/2025).
  • Sistem kendali cerdas ini mengatur tujuh kereta agar berakselerasi dan mengerem bersamaan.
  • Dikembangkan China Shenhua, teknologi nirkabel ini tingkatkan kapasitas angkutan hingga 5 persen tanpa bangun jalur baru, hemat biaya, dan berpotensi diadopsi global.

TRIBUNNEWS.COM - Tiongkok berhasil menguji konvoi kereta barang nirkabel tanpa kopling yang mampu membawa muatan hingga 35.000 ton.

Jumlah ini setara tiga setengah kali berat Menara Eiffel, menurut CCTV.

Uji coba pertama kereta barang nirkabel tanpa kopling di dunia ini dilakukan pada hari Senin (8/12/2025) di Jalur Kereta Baoshen, Mongolia Dalam, Tiongkok Utara.

Konvoi ini terdiri dari tujuh kereta barang, masing-masing seberat 5.000 ton.

Semua kereta berjalan bersama sebagai satu unit dengan dikendalikan sistem cerdas berbasis sinyal nirkabel, tanpa sambungan fisik.

China Daily menyebut tantangan utamanya adalah memastikan ketujuh kereta bisa berakselerasi dan mengerem secara bersamaan.

Hal ini penting agar tidak terjadi tabrakan atau kereta terpisah dari jalur.

Jalur Baoshen menghubungkan Baotou di Mongolia Dalam dengan Shenmu di Provinsi Shaanxi.

Rute ini digunakan untuk mengangkut batu bara dalam skala besar dari tambang-tambang kaya di wilayah Shenmu dan cekungan Ordos, salah satu pusat energi utama Tiongkok.

Sistem kendali nirkabel dikembangkan oleh China Shenhua, anak perusahaan dari China Energy Investment Corporation, bekerja sama dengan beberapa mitra riset.

Teknologi ini menggunakan komunikasi nirkabel dan algoritma canggih untuk mengelola koordinasi antar kereta secara real-time.

Global Times melaporkan saat uji coba, tujuh kelompok kereta di beberapa stasiun jalur Baoshen digabung menjadi satu “kelompok kereta virtual” menggunakan “kopling virtual” nirkabel.

Kereta-kereta itu beroperasi dengan pelacakan dekat dan sinkron penuh, lalu dipisahkan otomatis saat memasuki stasiun berikutnya.

Baca juga: Uni Emirat Arab dan Yordania Bangun Jalur Kereta Barang Rp 49,6 Triliun dari Laut Mati ke Laut Merah

Di Tiongkok, kereta barang biasanya berjalan sebagai satu unit; menyinkronkan tujuh kereta berat tanpa sambungan fisik jadi prestasi teknik luar biasa.

Sun Zhang, pakar transportasi massal dan profesor Universitas Tongji Shanghai, mengatakan kepada Global Times, keberhasilan ini menegaskan Tiongkok sebagai pemimpin global dalam kendali jarak jauh kereta barang.

CCTV melaporkan, teknologi ini bisa meningkatkan kapasitas transportasi kereta barang lebih dari 50 persen tanpa membangun jalur baru.

Pencapaian ini juga menawarkan solusi hemat biaya yang bisa diterapkan negara lain untuk meningkatkan efisiensi, keselamatan, dan koordinasi kereta barang jarak jauh.

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved