Kunjungan Kenegaraan
Putin Terakhir ke Indonesia 2007, Kini Jawab Undangan Prabowo: “Saya Akan Datang”
Putin terakhir ke Indonesia 2007, kini jawab undangan Prabowo dengan singkat: “Saya akan datang”, publik menanti kepastian kunjungan bersejarah.
Ringkasan Berita:
- Prabowo undang Putin ke Indonesia, jawaban singkat “Saya akan datang” bikin publik heboh.
- Publik penasaran kapan kunjungan bersejarah itu benar-benar terwujud setelah terakhir 2007.
- Pertemuan di Kremlin jadi sorotan, menegaskan arah diplomasi energi, pertahanan, dan kemitraan strategis.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengundang Presiden Rusia Vladimir Putin untuk berkunjung ke Indonesia. Undangan itu disampaikan langsung saat keduanya bertemu di Istana Kremlin, Moskow, Rusia, Rabu (10/12/2025).
“Dan juga kesempatan ini saya juga ingin mengundang yang mulia (Presiden Putin) untuk ke Indonesia,” kata Prabowo dalam pertemuan tersebut.
Prabowo menambahkan, dirinya tidak mempermasalahkan waktu kunjungan Putin, apakah pada tahun 2026 atau 2027. Ia menegaskan harapan agar Presiden Rusia itu bersedia hadir di Indonesia.
“Pada kesempatan yang beliau miliki apakah tahun 2026 atau 2027 tidak ada masalah, kami berharap beliau akan berkunjung ke Indonesia,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga berseloroh agar Putin tidak hanya berkunjung ke India, tetapi juga menyempatkan diri datang ke Indonesia.
“Jangan ke India saja. Kami sangat berharap sekali beliau datang,” kata Prabowo.
Menanggapi undangan tersebut, Presiden Putin menyampaikan jawaban singkat yang langsung menarik perhatian publik.
“Terima kasih, saya akan datang,” pungkas Putin.
Meski menyatakan kesediaan, Putin tidak menyebutkan secara pasti kapan kunjungan ke Indonesia akan dilakukan.
Jawaban singkat itu menimbulkan rasa penasaran publik mengenai waktu dan agenda kunjungan yang akan membawa dampak diplomatik bagi hubungan kedua negara.
Pertemuan Prabowo dan Putin di Kremlin menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kenegaraan, yakni agenda resmi antar kepala negara, yang menyoroti kerja sama bilateral (hubungan dua negara), termasuk bidang ekonomi, energi, dan pertahanan.
Baca juga: Apa Itu Penghargaan Nishan-e-Pakistan yang Diterima Prabowo? Ada WNI Lain yang Pernah Dapat
Putin Terakhir ke Indonesia 2007
Hubungan diplomasi Indonesia–Rusia memiliki catatan panjang. Presiden Rusia Vladimir Putin tercatat terakhir kali berkunjung ke Indonesia pada 6 September 2007, ketika bertemu Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana Merdeka, Jakarta.
Pertemuan kenegaraan itu membahas kerja sama politik, ekonomi, energi, pertahanan, serta ilmu pengetahuan dan teknologi, sekaligus menjadi momentum memperkuat kemitraan strategis kedua negara.
Sebelumnya, pada 21 April 2003, Presiden RI Megawati Soekarnoputri juga bertemu Putin di Istana Kremlin, Moskow.
Dalam kesempatan tersebut, Putin menganugerahkan Bintang Persahabatan kepada Megawati atas jasanya mempererat hubungan Indonesia–Rusia. Pertemuan ini menjadi tonggak penting hubungan bilateral di abad ke‑21.
Putin juga pernah berinteraksi dengan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dalam sejumlah forum internasional. Namun, pertemuan itu tidak pernah berlangsung di Indonesia. Pada KTT G20 Bali tahun 2022, Jokowi sempat mengundang Putin hadir langsung, tetapi Putin tidak datang secara fisik dan hanya diwakili oleh Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto sudah tiga kali berkunjung ke Rusia dan bertemu Putin.
Pertemuan berlangsung di Kremlin pada 31 Juli 2024 saat Prabowo menjabat Menteri Pertahanan RI, kemudian di Saint Petersburg pada 19 Juni 2025 dalam Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg (SPIEF 2025), dan terakhir di Kremlin pada 10 Desember 2025, ketika Prabowo mengundang Putin berkunjung ke Indonesia.
Jawaban singkat Putin membuka harapan besar, publik menanti janji kunjungan itu benar-benar terwujud demi memperkuat hubungan Indonesia–Rusia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Presiden-Prabowo-Subianto-menggelar-pertemuan-32133.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.