Kunjungan Presiden Ke Luar Negeri
Canda Prabowo saat Undang Putin ke Indonesia: Jangan ke India Saja
Presiden Prabowo Subianto mengundang Presiden Rusia Vladimir Putin untuk berkunjung ke Indonesia pada 2026 atau 2027.
Badan ekspor pertanian Rusia, Agroexport, memperkirakan pasokan gandum ke Indonesia mencapai 1,3 juta ton pada tahun 2024.
Sebelum perjanjian baru tersebut, Rusia hanya memasok 124.973 ton gandum pada 2025, semuanya pada bulan Januari.
Rusia berupaya mendiversifikasi ekspor gandum ke kawasan Asia dari pelanggan tradisionalnya di Timur Tengah, namun diperkirakan akan menghadapi persaingan ketat dari Amerika Serikat yang pasokannya diprediksi meningkat setelah adanya kesepakatan perdagangan baru dengan negara-negara Asia.
Indonesia, di sisi lain, mempertahankan kebijakan luar negeri non-blok dan berkomitmen untuk berteman dengan negara mana pun, termasuk Rusia dan Amerika Serikat.
Sementara itu, Rusia memuji posisi Indonesia yang disebutnya “seimbang” terkait perang di Ukraina.
"Hubungan militer sedang berkembang dan berada pada tingkat kerja sama profesional yang baik,” kata Putin.
“Para spesialis Indonesia terus berlatih di universitas-universitas kami, termasuk akademi militer.”
Mengapa Prabowo Menyinggung India saat Mengundang Putin?
India dan Rusia memang memiliki hubungan yang sangat dekat.
Mengutip indianembassy-moscow.gov.in, hubungan perdagangan dan investasi kedua negara telah terjalin sejak era Soviet.
Selama bertahun-tahun, kerja sama ekonomi India–Rusia terus menguat.
Perdagangan bilateral mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Baca juga: Vladimir Putin Siap Perluas Kerja Sama Militer Rusia dengan Indonesia
Di era pasca-Soviet, perdagangan bilateral meningkat dari USD 1,4 miliar pada tahun 1995 menjadi USD 68,7 miliar pada Tahun Anggaran 2024–2025.
Kedua negara juga memperluas hubungan investasi, baik di sektor minyak dan gas, farmasi, serta teknologi informasi di Rusia, maupun di sektor energi, infrastruktur, dan manufaktur di India.
Status Putin saat Ini: Buronan ICC
Presiden Rusia Vladimir Putin saat ini berstatus buronan Mahkamah Pidana Internasional (ICC).
ICC adalah pengadilan internasional yang berwenang menuntut pelaku genosida, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan kejahatan perang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/PERTEMUAN-P1RABOWO-P1UTIN.jpg)