Jumat, 24 April 2026

Google AI Tuai Kritik Keras di Jepang usai Beri Info Salah saat Gempa Aomori Terjadi

Google AI Overviews kedapatan menghasilkan informasi yang sepenuhnya salah dan berpotensi membahayakan nyawa saat Gempa Aomori terjadi awal pekan ini

Penulis: Bobby W
Editor: Tiara Shelavie
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
GOOGLE AI - Head of Marketing APAC Google for Education Stuart Miller memberi paparan saat Press Briefing terkait Google AI di Jakarta, Kamis (7/8/2025). Kritikan tajam ditujukan ke program AI Overviews yang terus didorong oleh Google lantaran memberikan informasi yang salah kepada publik beberapa saat setelah gempa di Aomori, Jepang terjadi pada awal pekan ini.TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Ia menemukan bahwa keduanya menampilkan informasi yang kedaluwarsa serta jawaban salah, termasuk magnitudo gempa yang tidak tepat.

“Informasi palsu seperti ini seharusnya tidak boleh ditampilkan, sekalipun info salah itu hanya muncul sekali, namun efeknya dalam penanganan bencana yang menyangkut nyawa manusia amatlah besar,” kata Tsuji.

Ia mengimbau pengguna mesin pencari untuk memeriksa sumber informasi guna memastikan keandalan jawaban dari AI generatif.

imbauan senada sebelumnya juga diutarakan Juru Bicara Kabinet Pemerintahan Jepang Minoru Kihara. 

Melalui konferensi pers pada Selasa (9/12/2025) Minoru mengingatkan agar masyarakat Jepang sebaiknya mengandalkan sumber informasi terpercaya saat terjadi bencana.

“Dalam bencana sebelumnya, informasi yang belum terverifikasi tersebar di internet. Oleh karena itu, harap merujuk pada sumber resmi seperti pemerintah, otoritas lokal, atau laporan media terpercaya untuk informasi terkait bencana,” ujarnya.

Baca juga: Jepang Diprediksi Kekurangan 570.000 Perawat pada Tahun 2040, Kebutuhan Tenaga Asing Meningkat Tajam

Sementara itu, Google Jepang pun turut buka suara terkait kontroversi dari jawaban AI Overviews saat Gempa Aomori terjadi pada awal pekan ini.

“Sebagian besar jawaban AI Overviews memberikan informasi yang bermanfaat dan faktual,” ujar divisi periklanan Google dalam menanggapi pertanyaan dari Asahi Shimbun.

“Jika terjadi masalah, seperti salah menafsirkan konten situs web atau mengabaikan sebagian konteks, kami nantinya akan memperbaiki sistem yang ada berdasarkan insiden tersebut.” pungkas pihak Google yang mulai menyediakan mode AI dalam bahasa Jepang pada musim gugur ini.

(Tribunnews.com/Bobby) 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved