Selasa, 12 Mei 2026

Sekolah Otani Kyoto Hubungi Otoritas di Bali Usai Siswanya Terekam Mengutil di Ubud

Pihak sekolah menghapus akun SNS mereka serta foto-foto perjalanan studi ke Bali yang sebelumnya dipublikasikan di situs resmi

Tayang:
Editor: Eko Sutriyanto
Tribunnews.com/Richard Susilo
PENCURIAN - Sekolah SMP–SMA Otani di Distrik Higashiyama, Kyoto, tengah berupaya menghubungi pihak terkait di Bali setelah insiden pencurian atau mengutil yang dilakukan sejumlah muridnya di Jalan Kajeng, Ubud, pada 3 Desember 2025 

Ringkasan Berita:
  • Sekolah SMP–SMA Otani Kyoto tengah menghubungi Bali setelah muridnya terekam mengutil 11 barang di Ubud. 
  • Kasus ini memicu sorotan besar hingga sekolah menghapus akun media sosial dan mengakui pelanggaran siswanya. 
  • Pihak sekolah kini menyelidiki dan menerima banyak keluhan dari publik.

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo – Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, JEPANG - Sekolah SMP–SMA Otani di Distrik Higashiyama, Kyoto, tengah berupaya menghubungi pihak terkait di Bali setelah insiden pencurian atau mengutil yang dilakukan sejumlah muridnya di Jalan Kajeng, Ubud, pada 3 Desember 2025.

Total ada 11 barang dagangan yang dicuri dalam kejadian tersebut.

“Pada tahap ini, kami tidak bisa mengatakan lebih dari dokumen yang diposting di situs web sekolah,” ujar seorang staf Otani kepada media Jepang.

Ia menambahkan bahwa pihak sekolah masih menyelidiki kasus tersebut dan berusaha menghubungi otoritas setempat di Bali.

Nama SMA Otani Higashiyama menjadi sorotan setelah tersebar luas di media sosial.

Baca juga: Sebelum Ditangkap di Bali, Bonnie Blue Sudah Diwanti-wanti soal UU Pornografi di Indonesia

Akibat keributan tersebut, pihak sekolah menghapus akun SNS mereka serta foto-foto perjalanan studi ke Bali yang sebelumnya dipublikasikan di situs resmi.

Langkah itu diperkirakan untuk mencegah identifikasi siswa, meski sebagian pihak menilainya sebagai upaya memadamkan api.

Namun kasus ini justru semakin ramai dibicarakan di media sosial Jepang dan menjadi pemberitaan di berbagai media nasional.

Sekolah menyatakan akan mengumumkan perkembangan lebih lanjut melalui situs web resmi.

Banyak kalangan mendesak sekolah mengambil tindakan tegas.

Dalam video yang beredar, sedikitnya lima siswa terlihat berbicara dalam dialek Kansai sambil membicarakan pakaian dan nomor seragam.

Identitas mereka dapat dengan mudah dikaitkan dengan rombongan SMP–SMA Otani yang melakukan perjalanan ke Bali pada 30 November–5 Desember sebelum kembali ke Jepang pada 6 Desember.

Di tengah tekanan publik, pihak sekolah pada 8 Desember akhirnya mengakui bahwa pelaku dalam video tersebut memang siswa mereka.

Video pencurian yang diunggah ke platform X mulai viral sekitar 5 Desember, sementara akun Instagram sekolah menghilang sehari kemudian.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved