Iran Vs Amerika Memanas
Ansarallah Curiga Trump Tolak Tanggapan Iran setelah Telepon Netanyahu: Sudah Bisa Ditebak
Wakil Kepala Kantor Media Ansarallah Yaman, Nasruddin Amer curiga penolakan Trump terhadap tanggapan Iran buntut telepon Netanyahu.
Ringkasan Berita:
- Penolakan Donald Trump terhadap tanggapan Iran terkait rancangan proposal terbaru AS untuk mengakhiri perang, membuat Ansarallah Yaman curiga.
- Kecurigaan Ansarallah muncul karena sebelum tanggapan Iran dikirim ke AS, Trump terlebih dahulu melakukan panggilan dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.
- Wakil Kepala Kantor Media Ansarallah, Nasruddin Amer menilai sikap AS sudah bisa ditebak dan menyebut Washington harus siap menanggung segala risiko yang akan terjadi di masa depan.
TRIBUNNEWS.COM - Gerakan Ansarallah Yaman menaruh curiga terhadap Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menolak tanggapan proposal damai dari Iran.
Sebab, penolakan itu terjadi setelah Trump melakukan panggilan telepon dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Wakil Kepala Kantor Media Ansarallah Nasruddin Amer melontarkan kritik pedas melalui akun X miliknya.
Ia menilai sikap AS sudah bisa ditebak dan menyebut Washington harus siap menanggung segala risiko yang akan terjadi di masa depan.
"Sudah terlihat dari awal bahwa Amerika tidak akan menerima jawaban Iran. Sekarang, mereka harus memikul semua konsekuensinya, dalam bentuk apa pun," tegas Amer, seperti dikutip dari WANA News Agency.
Amer menuding bahwa kebijakan luar negeri AS saat ini sangat dipengaruhi oleh kepentingan Israel.
Ia bahkan menyebut Trump "alergi terhadap kebenaran" sehingga kerap menemui jalan buntu saat berhadapan dengan Teheran.
Di platform Truth Social, Trump menuliskan pesan singkat, namun tegas: "Sangat tidak bisa diterima!" terkait poin-poin yang diajukan Iran.
Seperti diketahui, Iran telah mengirimkan tanggapan atas rancangan proposal terbaru AS untuk mengakhiri perang pada Minggu (10/5/2026) lalu.
Tanggapan tersebut dikirimkan Iran melalui mediator Pakistan.
Baca juga: AS Mau Keruk Debu Nuklir, Trump Klaim Iran Tak Bisa Ambil Uranium di Reruntuhan
Trump Siapkan Operasi Militer Baru
Trump dilaporkan tengah bersiap untuk mengambil tindakan militer lanjutan terhadap Iran setelah upaya diplomasi menemui jalan buntu.
Dalam pernyataan terbarunya, Trump menyebut kesepakatan gencatan senjata yang ada saat ini sedang berada di ambang kehancuran total.
"Gencatan senjata ini sangat lemah, kondisinya sedang kritis," ujar Trump, dikutip dari Axios.
Ia bahkan secara pesimistis menyebut peluang keberhasilan perdamaian saat ini hanya tinggal satu persen.
Kekesalan Trump memuncak setelah dirinya meninjau surat balasan dari Teheran terkait proposal perdamaian.