Konflik Thailand Vs Kamboja
Thailand Berduka: 9 Tentara Gugur, 3 Warga Sipil Tewas Gegara Pertempuran dengan Kamboja
Konflik Thailand–Kamboja kembali mematikan. Sembilan tentara dan tiga warga sipil Thailand tewas dihantam artileri saat evakuasi.
Eskalasi ini menjadikan pertempuran terbaru sebagai yang paling mematikan dalam beberapa bulan terakhir.
Trump Desak Gencatan Senjata Baru
Merespon konflik Thailand-Kamboja yang kian memanas, Presiden AS Donald Trump mengatakan akan berbicara melalui telepon dengan pemimpin kedua negara demi mendorong kembali gencatan senjata.
“Saya pikir saya bisa membuat mereka berhenti bertikai,” kata Trump, sembari mengklaim bahwa ia telah “memadamkan” delapan konflik dunia sejak kembali ke Gedung Putih.
Sejauh ini pasca Trump mengumumkan rencananya untuk melobi pemerintah Thailand dan Kamboja, Menteri Luar Negeri Thailand Sihasak Phuangketkeow menyatakan bahwa situasi saat ini belum memungkinkan untuk membuka ruang negosiasi, bahkan dengan bantuan pihak ketiga.
Menurut Sihasak, kondisi di lapangan yang masih diwarnai baku tembak dan serangan balasan membuat peluang mediasi “hampir tidak ada”.
Ia menegaskan bahwa Thailand belum melihat tanda-tanda deeskalasi yang dapat menjadi dasar bagi perundingan damai.
Sementara itu, dari sisi Kamboja, sinyal berbeda muncul. Seorang penasihat senior Perdana Menteri Hun Manet menyampaikan bahwa Phnom Penh siap untuk membuka kembali jalur komunikasi kapan saja.
Ia menegaskan bahwa Kamboja tidak menutup pintu dialog dan justru mendorong agar kedua negara segera memulai pembicaraan diplomatik untuk mencegah konflik semakin meluas.
(Tribunnews.com / Namira)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Kamboja-Thailand-berlindung-di-selo.jpg)