Konflik Thailand Vs Kamboja
Hari Ke-5 Perang Thailand Vs Kamboja: 22 Orang Tewas, Mayoritas Warga Sipil, Ratusan Ribu Mengungsi
Dua negara bertetangga di Asia Tenggara, Thailand dan Kamboja, sudah lima hari berperang di perbatasan dua negara itu.
Ringkasan Berita:
- Dua negara bertetangga di Asia Tenggara, Thailand dan Kamboja, sudah lima hari berperang di perbatasan
- Sejauh ini 22 orang tewas dari kedua belah pihak
- Sebelumnya Presiden AS Donald Trump juga telah memediasi kedua belah pihak dan sepakat hentikan perang
TRIBUNNEWS.COM, KAMBOJA - Dua negara bertetangga di Asia Tenggara, Thailand dan Kamboja, sudah lima hari berperang di perbatasan.
Perang mengakibatkan ratusan ribu warga dari dua negara itu mengungsi ke tempat penampungan sementara.
Thailand mengerahkan jet tempur F-16 dan tank.
Sementara Kamboja dilaporkan mengerahkan peralatan anti-tank dan sejumlah artileri berat lainnya.
Korban tewas di pihak Kamboja
Setidaknya 10 warga sipil Kamboja tewas dan 60 lainnya terluka dalam perang itu.
“Korban termasuk 10 warga sipil yang tewas, termasuk satu bayi, dan 60 warga sipil yang terluka,” kata Wakil Menteri Negara dan Juru Bicara Kementerian Pertahanan Kamboja, Letnan Jenderal Maly Socheata, dikutip dari Khmer Times.
Konflik perbatasan Kamboja-Thailand mulai memanas sejak Minggu 7 Desember 2025 sore dan masih berlanjut hingga kemarin Kamis 11 Desember 2025.
Socheata menuduh tentara Thailand terus menerus menembakkan peluru artileri ke banyak lokasi di wilayah Kamboja.
Kementerian Dalam Negeri Kamboja merilis bahwa lebih dari 56.000 keluarga, dengan 190.000 warga sipil, telah mengungsi dari rumah mereka ke tempat perlindungan yang aman.
Korban tewas di pihak Thailand
Juru Bicara Kementerian Pertahanan Thailand, Surasant Kongsiri, mengatakan kemarin bahwa perang dengan Kamboja menyebabkan sembilan tentara Thailand tewas dan lebih dari 120 orang terluka.
Bentrokan tersebut telah menyebabkan hampir 200.000 warga sipil Thailand mengungsi dan mencari perlindungan di kamp-kamp pengungsi.
Tiga pengungsi dilaporkan tewas dan total 849 kamp pengungsi telah didirikan hingga saat ini, kata Surasant dalam konferensi pers dikutip dari Xinhua.
Dengan demikian 12 orang di pihak Thailand meninggal dunia akibat perang itu.
Sementara itu, hampir 200 rumah sakit dan klinik telah terdampak dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda.
Komando Wilayah Angkatan Darat ke-2 Thailand mengatakan pasukan Kamboja menembaki beberapa lokasi di provinsi Ubon Ratchathani dan Sisaket di Thailand.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Kamboja-Thailand-berlindung-di-selo.jpg)