Konflik Rusia Vs Ukraina
Trump Tekan Zelensky untuk Serahkan Donbas, Janji Bentuk Zona Ekonomi Bebas
Presiden AS Donald Trump menekan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky untuk menyerahkan wilayah Donbas dan membentuknya sebagai Zona Ekonomi Bebas.
Menurut Zelensky, di bawah rencana AS, penarikan Ukraina akan terjadi di Donbas — tempat Rusia mencatatkan kemajuan — sementara garis depan akan dibekukan di wilayah Kherson dan Zaporizhzhia.
Sebagai imbalan, Rusia akan melepaskan beberapa kantong kecil wilayah yang dikuasainya di daerah lain.
Tim perunding Ukraina telah mengirimkan revisi rencana mereka kembali ke Washington pada Rabu lalu.
Presiden Ukraina menyebut isu teritorial dan kendali Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia sebagai dua poin krusial yang masih diperdebatkan.
Isu Zaporizhzhia
Selain sengketa teritorial, status PLTN Zaporizhzhia juga menjadi isu krusial yang belum terpecahkan.
Mengutip Helsinki Times, Kyiv menolak keras usulan AS yang menyerukan kendali bersama Rusia-Ukraina atas fasilitas tersebut, dengan alasan risiko terhadap keamanan nasional dan pasokan energi.
Ukraina saat ini masih menguasai sekitar 30 persen wilayah Donbas, meskipun pasukan Rusia terus berupaya merebut Kramatorsk dan Sloviansk, kota-kota yang menjadi pusat pertahanan penting di kawasan itu.
Dari pihak Rusia, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menegaskan bahwa Moskow tidak akan menerima kesepakatan damai apa pun yang gagal memenuhi tuntutan inti mereka.
Proposal 20 poin Ukraina yang segera diajukan ke Gedung Putih diharapkan akan mempertahankan garis tegas pada integritas teritorial, sekaligus mencari konsesi mengenai jaminan keamanan dan kerja sama pertahanan jangka panjang dengan NATO.
Setelah London dan pertemuan terpisah di Brussels, Zelensky dijadwalkan melanjutkan upaya diplomatiknya ke Roma untuk bertemu Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni.
(Tribunnews.com/Whiesa)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Pertemuan-Donald-Trump-Zelensky.jpg)