Penembakan Massal di Universitas Brown AS: 2 Orang Tewas, 8 Luka-luka
Penembakan massal terjadi di Universitas Brown, AS, pada Sabtu sore. Akibatnya, dua orang tewas dan delapan lainnya mengalami luka-luka.
"Betapa mengerikan kejadian ini, dan yang bisa kita lakukan saat ini hanyalah berdoa untuk korban dan mereka yang terluka parah," sambungnya.
Di sisi lain, Trump turut menyampaikan duka cita mendalam bagi korban tewas maupun luka akibat penembakan tersebut.
"Ini sungguh menyedihkan. Saya hanya bisa mengucapkan duka cita mendalam," ucapnya.
Kata Saksi
Seorang mahasiswa doktoral teknik Universitas Brown, Chiangheng Chien, mengatakan dirinya dan tiga rekannya tengah berada di ruang laboratorium saat menerima informasi via pesan teks dari pihak kampus terkait adanya insiden penembakan.
Dia mengungkapkan langsung mematikan lampu, menutup pintu, dan bersembunyi di bawah meja.
Pada momen yang sama, petugas keamanan kampus turut melakukan penguncian pintu ruangan.
Baca juga: Anak Deputi Sheriff Lakukan Penembakan Massal di Universitas Florida, 2 Orang Tewas, 6 Terluka
Setelah polisi datang, barulah Chien membuka pintu ruangan laboratorium tersebut.
"Kami memutuskan untuk membuka pintu dan membiarkan polisi masuk untuk memeriksa kami dan labortaorium, lalu kami diperintahkan untuk segera keluar dari gedung tersebut," jelasnya, dikutip dari CNN.
Usai dievakuasi, Chien mengaku belum mengetahui kronologi pasti terkait penembakan yang terjadi.
Dia hanya berpikir untuk mencari tempat aman lantaran ada laporan bahwa pelaku masih berkeliaran di sekitar kampus.
"Saya tidak tahu apa yang terjadi sekarang dan ke mana saya harus pergi. Mungkin saya akan pergi bersama teman-teman ke rumahnya yang berada di sekitar lokasi kampus," tuturnya.
(Tribunnews.com/Yohanes Liestyo Poerwoto)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ILUSTRASI-PENEMBAKAN-MASSAL-Ilustrasi-penembakan-massal-yang-dibuat-menggunakan-AI.jpg)