Selasa, 21 April 2026

Demo Roblox Memanas di Rusia, Anak-anak Hingga Orang Tua Turun ke Jalan

Puluhan warga Rusia, dari anak-anak hingga orang tua gelar demo, protes blokir Roblox di Tomsk, menentang sensor digital dan minimnya alternatif lokal

Tangkap layar siaran Youtube Reuters
DEMO ROBLOX DI RUSIA - Puluhan warga Rusia, dari anak-anak hingga orang tua, turun ke jalan protes blokir Roblox di Tomsk, menentang sensor digital dan minimnya alternatif lokal. 

Ringkasan Berita:
  • Puluhan warga Rusia memprotes larangan Roblox di Tomsk dengan membawa plakat dan poster, menyoroti minimnya alternatif aplikasi lokal dan menentang sensor digital ketat pemerintah.
  • Pemerintah Rusia melalui Roskomnadzor berasalan pemblokiran Roblox dilakukan karena mengandung konten tidak pantas, berpotensi merusak moral anak.
  • Pemblokiran platform Barat sebelumnya termasuk Facebook, Instagram, WhatsApp, Snapchat, dan YouTube, memicu perdebatan soal efektivitas sensor digita

TRIBUNNEWS.COM - Puluhan warga Rusia, mulai dari anak-anak hingga orang tua, turun ke jalan pada hari Minggu untuk memprotes larangan pemerintah terhadap platform game anak-anak asal Amerika Serikat, Roblox.

Aksi ini terjadi di Taman Vladimir Vysotsky, kota Tomsk, Siberia, sekitar 2.900 km sebelah timur Moskow, jadi salah satu bentuk protes publik langka di tengah ketatnya sensor digital di Rusia.

Dibawah guyuran salju tebal, para demonstran melontarkan kalimat protes sambil mengangkat plakat buatan tangan bertuliskan “Jangan sentuh Roblox” dan “Roblox adalah korban Tirai Besi digital”.

Tak hanya itu, poster besar dengan tulisan “Larangan dan pemblokiran adalah satu-satunya yang bisa kalian lakukan” turut membentang di antara para demonstran.

Menegaskan protes mereka atas minimnya alternatif aplikasi buatan Rusia yang dapat menggantikan platform yang diblokir.

Mengutip dari Reuters, aksi ini digelar setelah pemerintah melalui badan pengawas komunikasi, Roskomnadzor pada 3 Desember lalu memblokir Roblox.

Roskomnadzor menilai platform tersebut mengandung konten yang tidak pantas dan dapat memberikan pengaruh negatif terhadap perkembangan moral dan spiritual anak-anak.

Selain itu, pemerintah menekankan bahwa sensor ini penting sebagai bagian dari upaya mereka menghadapi “perang informasi” yang dianggap dilancarkan oleh kekuatan Barat.

Serta untuk melindungi masyarakat dari pengaruh budaya Barat yang dianggap merusak nilai-nilai tradisional Rusia.

Selain alasan moral dan ideologis, pemerintah juga menyoroti risiko keamanan anak, karena Roblox memungkinkan interaksi dengan orang dewasa dan akses terhadap konten seksual jika tidak diawasi dengan ketat.

Dengan demikian, larangan ini dianggap sebagai langkah untuk melindungi generasi muda dari bahaya online sekaligus menjaga kontrol terhadap informasi dan budaya digital yang masuk ke masyarakat Rusia.

Baca juga: Drone Ukraina Hantam Dua Anjungan Minyak Rusia di Laut Kaspia Milik Lukoil

Media Sosial Barat Turut Jadi Korban

Aksi seperti ini bukanlah kali pertama yang dilakukan pemerintah Rusia, sebelum melarang Roblox, pemerintah Rusia telah melakukan pemblokiran atau pembatasan akses terhadap sejumlah platform media sosial populer Barat.

Di antaranya Facebook dan YouTube yang dibatasi aksesnya karena platform-platform tersebut dinilai tidak mematuhi regulasi lokal terkait penyebaran konten online.

WhatsApp dan Snapchat pun sempat mengalami pembatasan, terutama terkait fitur komunikasi yang memungkinkan pertukaran informasi yang dianggap sensitif oleh pemerintah.

Tak sampai disitu,Instagram juga diblokir karena dianggap mempromosikan konten dan informasi yang mengancam nilai-nilai Rusia.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved