Selasa, 14 April 2026

Penembakan Massal di Australia

Pelaku Penembakan Pantai Bondi, Naveed Akram Bangun dari Koma, Bakal Hadapi Tuntutan

Salah seorang pelaku penembakan di Pantai Bondi, Australia, Naveed Akram dilaporkan telah sadar dari koma.

Penulis: Whiesa Daniswara
Editor: Bobby Wiratama
(Ho/Campus League)/Foto tangkapan layar
SADAR DARI KOMA - Naveed Akram telah diidentifikasi sebagai salah satu terduga pelaku penembakan. Naveed Akram dilaporkan sadar dari koma setelah dilarikan ke rumah sakit Sydney pada Minggu (14/12/2025) akibat ditembak polisi Australia. 

Ringkasan Berita:
  • Salah satu pelaku penembakan di Pantai Bondi, Australia, Naveed Akram dilaporkan telah bangun dari koma.
  • Naveed Akram dilarikan ke rumah sakit Sydney sejak Minggu (14/12/2025) di bawah pengawasan ketat polisi.
  • Sementara ayahnya, Sajid Akram tewas ditembak mati oleh petugas polisi di Pantai Bondi saat melakukan aksinya.

TRIBUNNEWS.COM - Pelaku penembakan di Pantai Bondi, Sydney, Australia, Naveed Akram dilaporkan telah sadar dari koma.

Naveed Akram (24) tersadar dari koma setelah dirawat di rumah sakit Sydney sejak Minggu (14/12/2025).

Naveed Akram bersama ayahnya, Sajid Akram (50) melakukan penembakan di Pantai Bondi yang menargetkan komunitas Yahudi dalam perayaan Hanukkah.

Atas peristiwa tersebut, sebanyak 15 orang dilaporkan tewas, termasuk gadis berusia 10 tahun.

Saat ini, Naveed Akram berada di bawah pengawasan ketat polisi Australia.

Mengutip ABC News, sumber-sumber telah mengkonfirmasi bahwa Naveed Akram telah sadar kembali, namun kondisinya masih belum jelas.

Sementara ayahnya, Sajid Akram tewas ditembak mati oleh petugas polisi di Pantai Bondi.

Sebelumnya, polisi mengatakan bahwa Naveed Akram kemungkinan akan menghadapi tuntutan jika dia selamat.

Belum jelas kapan dakwaan akan diajukan.

Terinspirasi ISIS

Kepolisian Australia mengonfirmasi bahwa aksi penembakan maut yang terjadi di Pantai Bondi merupakan tindakan terorisme.

Baca juga: Polisi Australia Konfirmasi 2 Pelaku Penembakan di Pantai Bondi Terinspirasi ISIS

Pihak berwenang menyebutkan bahwa dua pelaku serangan tersebut "terinspirasi" oleh kelompok teror transnasional, ISIS.

Komisioner Kepolisian Federal Australia, Krissy Barrett menyatakan bahwa indikasi awal menunjukkan serangan ini merupakan aksi teror yang diduga dilakukan oleh pasangan ayah dan anak.

"Ini adalah tindakan dari individu yang menyelaraskan diri dengan organisasi teroris, bukan mewakili suatu agama," tegas Barrett, dikutip dari Al Jazeera.

Dalam penggeledahan kendaraan pelaku, polisi menemukan barang bukti yang memperkuat dugaan afiliasi terorisme.

"Dua bendera buatan tangan yang menyerupai simbol ISIS ditemukan di dalam kendaraan pelaku, bersama dengan sebuah perangkat bahan peledak rakitan (IED)," ujar koresponden Al Jazeera, Wayne Hay, mengutip keterangan resmi polisi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved