Penembakan Massal di Australia
Perdana Menteri Israel Kecam Australia, Netanyahu: Antisemit Tumbuh Gara-gara Dukung Palestina
Netanyahu sudah memperingatkan pemimpin Australia kalau "mendukung negara Palestina akan memicu antisemitisme
Perdana Menteri Israel Kecam Australia, Netanyahu: Antisemit Tumbuh Gara-gara Dukung Palestina
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, Minggu (14/12/2025) mengutuk penembakan massal dan mematikan di perayaan hari raya Yahudi, Hanukkah, di Sydney, Australia.
Netanyahu menggambarkan serangan itu sebagai "pembunuhan berdarah dingin,".
Dia juga mengatakan kalau dia sebelumnya telah memperingatkan pemimpin Australia kalau "mendukung negara Palestina akan memicu antisemitisme."
Baca juga: 10 Penembakan Massal yang Mengguncang Dunia: Dari Aksi Koboi Las Vegas hingga Serangan Pantai Bondi
Pada peristiwa berdarah di Pantai Bondi, para penembak melepaskan tembakan saat acara perayaan malam pertama Hanukkah di Pantai Bondi.
Serangan menewaskan sedikitnya 16 orang, menurut pejabat Australia, yang menggambarkan insiden tersebut sebagai serangan antisemit yang ditargetkan.
Salah satu tersangka penembak juga tewas.
Kritik Netanyahu Terhadap Kebijakan Australia
Netanyahu mengatakan kalau dia telah memperingatkan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese beberapa bulan sebelumnya bahwa sikap politik Canberra akan memiliki konsekuensi yang berbahaya.
"Saya menulis: 'Seruan Anda untuk negara Palestina justru menyulut api anti-Semit. Itu memberi penghargaan kepada Hamas. Itu memberi keberanian kepada mereka yang mengancam orang Yahudi Australia dan mendorong kebencian terhadap Yahudi yang kini berkeliaran di jalanan Anda'," kata Netanyahu dalam pidatonya.
Dia menambahkan kalau pemerintahan Albanese "tidak melakukan apa pun untuk menghentikan penyebaran antisemitisme di Australia."
"Kalian membiarkan penyakit itu menyebar dan hasilnya adalah serangan mengerikan terhadap orang Yahudi yang kita saksikan hari ini," kata Netanyahu.
Tanggapan Australia
Albanese mengadakan pertemuan dewan keamanan nasional Australia pada hari Minggu dan mengutuk keras serangan tersebut.
"Ini adalah serangan yang ditargetkan terhadap warga Yahudi Australia pada hari pertama Hanukkah, yang seharusnya menjadi hari sukacita, perayaan iman," katanya, menambahkan bahwa kekerasan yang dilepaskan "di luar nalar."
Australia mengumumkan pada 11 Agustus kalau mereka akan mengakui negara Palestina di Majelis Umum PBB pada bulan September.
Sikap Australia ini menyusul langkah serupa yang dilakukan oleh Prancis, Inggris, dan Kanada.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/NETANYAHUUU-3453453.jpg)