Konflik Rusia Vs Ukraina
Jenderal Senior Rusia Tewas dalam Ledakan Bom Mobil di Moskow
Seorang jenderal senior Rusia, Letnan Jenderal Fanil Sarvarov, tewas dalam ledakan bom di bawah mobil di Moskow pada Senin pagi.
Ringkasan Berita:
- Letnan Jenderal Fanil Sarvarov tewas dalam ledakan bom di bawah mobil di Moskow pada hari Senin pagi.
- Komite Investigasi Rusia mencurigai Dinas Intelijen Ukraina terlibat dalam peristiwa itu.
- Sejak invasi Rusia, sejumlah jenderal Rusia menjadi sasaran serangan yang menargetkan mereka secara pribadi.
TRIBUNNEWS.COM - Seorang jenderal senior Rusia, Letnan Jenderal Fanil Sarvarov, meninggal dunia dalam serangan bom mobil di Moskow pada Senin, (22/12/2025) sekitar pukul tujuh pagi waktu setempat.
Komite Investigasi Rusia mengatakan jenderal itu tewas setelah sebuah alat peledak yang ditanam di bawah mobil meledak.
Jenderal berusia 56 tahun itu adalah kepala departemen pelatihan operasional angkatan bersenjata Rusia.
"Letnan Jenderal Fanil Sarvarov meninggal di rumah sakit akibat luka-lukanya," kata Komite Investigasi Rusia, Senin.
Komite tersebut membuka penyelidikan atas pembunuhan dan perdagangan ilegal bahan peledak terkait serangan itu.
Para penyidik telah dikirim ke lokasi kejadian, di tempat parkir mobil dekat sebuah blok apartemen di selatan ibu kota Rusia.
Media Rusia merilis gambar lokasi ledakan yang menunjukkan sebuah mobil putih yang rusak parah dengan pintu-pintu yang hancur di area parkir.
Menurut media Rusia, Fanil Sarvarov sebelumnya ikut serta dalam operasi tempur selama konflik Ossetia-Ingush dan perang Chechnya pada tahun 1990-an dan awal 2000-an, dan juga memimpin operasi di Suriah antara tahun 2015-2016.
Para pejabat termasuk presiden telah diberitahu mengenai ledakan yang menewaskan jenderal senior Rusia tersebut.
"Presiden Rusia Vladimir Putin diberitahu tentang kematian Letnan Jenderal Fanil Sarvarov segera setelah kejadian itu," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov.
“Kita perlu mengidentifikasi dan melenyapkan seluruh rantai pelaku operasi tersebut. Saya rasa mereka sama sekali tidak perlu ditawan – mereka seharusnya langsung dimusnahkan di tempat, seperti yang dilakukan terhadap teroris,” kata Andrei Kolesnik, anggota komite pertahanan Duma Rusia, seperti dikutip oleh situs berita Lenta.ru.
Salah satu teori yang sedang diselidiki adalah bom tersebut ditanam dengan keterlibatan dinas intelijen Ukraina.
Sementara itu Ukraina belum memberikan komentar.
Baca juga: Negosiasi Damai Perang Ukraina-Rusia di Miami Berakhir Tanpa Tanda-tanda Terobosan
Sejumlah Pejabat Rusia Jadi Sasaran Serangan
Sejak Rusia melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina pada 24 Februari 2022, sejumlah pejabat militer telah menjadi sasaran serangan di ibu kota Rusia.
Pada April lalu, Jenderal Yaroslav Moskalik tewas dalam serangan bom mobil di Moskow, sementara Jenderal Igor Kirillov meninggal pada Desember 2024 ketika sebuah alat peledak yang disembunyikan di dalam skuter diledakkan dari jarak jauh.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/F4nil-S4rvarov-452532.jpg)